Senin 16 Feb 2026 13:41 WIB

Dua Masjid Suci Siapkan Teknologi Pintar demi Antisipasi Kepadatan Jamaah Saat Ramadhan

Diantara teknologi yang digunakan adalah peta 3D interaktif.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Jamaah umrah mengunjungi Masjid Aisyah untuk melakukan miqat di Makkah, Arab Saudi, Ahad (22/6/2025) dini hari. Masjid Aisyah yang juga dikenal sebagai Masjid Tanim dan berjarak sekitar tujuh kilometer dari Masjidil Haram itu merupakan tempat miqat yang populer bagi jamaah umrah di Makkah karena kemudahan aksesnya dan sejarahnya yang terkait dengan Aisyah RA, istri Nabi Muhammad SAW, yang melakukan miqat di tempat tersebut.
Foto: ANTARA FOTO/Andika Wahyu
Jamaah umrah mengunjungi Masjid Aisyah untuk melakukan miqat di Makkah, Arab Saudi, Ahad (22/6/2025) dini hari. Masjid Aisyah yang juga dikenal sebagai Masjid Tanim dan berjarak sekitar tujuh kilometer dari Masjidil Haram itu merupakan tempat miqat yang populer bagi jamaah umrah di Makkah karena kemudahan aksesnya dan sejarahnya yang terkait dengan Aisyah RA, istri Nabi Muhammad SAW, yang melakukan miqat di tempat tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH — Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menuntaskan rencana operasional terpadu untuk Ramadhan 1447 Hijriyah atau Ramadhan 2026 di Masjidil Haram, Makkah dan Masjid Nabawi, Madinah. Strategi komprehensif diaktifkan untuk mengelola lonjakan jamaah, meningkatkan kualitas layanan, sekaligus memperkaya pengalaman spiritual jutaan Muslim yang memadati Dua Masjid Suci.

Kerangka operasional tersebut dibangun di atas tiga pilar utama: optimalisasi pengelolaan aset dan fasilitas dengan peningkatan efisiensi pemeliharaan, penguatan koordinasi lintas otoritas di seluruh kawasan Dua Masjid Suci, serta pengayaan perjalanan spiritual jamaah agar layanan tetap lancar terutama pada jam-jam puncak.

Baca Juga

Di Masjidil Haram, zona operasional mencakup Serambi Saudi, halaman Mataf, area Sa’i, halaman luar, perluasan Saudi kedua dan ketiga, gedung layanan, hingga kompleks toilet. Di Masjid Nabawi, cakupan operasional meliputi seluruh area masjid, pelataran, fasilitas pendukung, dan area atap.

Untuk menghadapi potensi kepadatan ekstrem selama Ramadhan, otoritas setempat mengaktifkan sejumlah teknologi cerdas. "Di antara yang paling penting adalah pengaktifan peta 3D interaktif di dalam Dua Masjid Suci untuk membantu pengunjung bernavigasi dengan mudah," demikian dikutip dari laporan Saudigazette, Senin (16/2/2206). 

Selain itu, pihak berwenang juga menerapkan sistem penghitung pengunjung berbasis sensor digital yang menyajikan data keramaian secara real-time, serta perangkat pengukuran kepuasan pengunjung.

Layar panduan interaktif dalam lima bahasa dipasang di Masjidil Haram, disertai pembaruan “Panduan Jamaah” digital dengan fitur interaktif. Sistem penomoran pintu juga diterapkan guna memudahkan identifikasi lokasi.

photo
Jamaah calon haji dari berbagai negara melakukan Tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat (30/5/2025). Pemerintah Arab Saudi menetapkan Idul Adha jatuh pada hari Jumat (6/6), sedangkan Hari Arafah (Wukuf di Arafah) sebagai rangkaian puncak musim haji pada 5 Juni 2025 yang akan diikuti 1,83 juta muslim dari berbagai penjuru dunia termasuk dari Indonesia yang tahun ini memiliki kuota sebanyak 221.000 jamaah. - (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement