REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Haji dan Umrah M rfan Yusuf mengimbau agar 203.320 calon jamaah haji Indonesia yang akan berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini untuk mempersiapkan diri secara fisik dan pemahaman fikih ibadah haji. Persiapan tersebut dinilai penting agar jamaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan lancar.
“Tentu dalam haji harus siap. Siap mental, dalam artian secara fikih harus siap. Yang kedua siap fisik, karena haji adalah ibadah yang memerlukan kekuatan fisik,” ujar Gus Irfan usai membuka Bimbingan Manasik Haji Nasional 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan manasik haji nasional menandai tahapan lanjutan dalam proses persiapan keberangkatan jamaah haji Indonesia tahun ini. Kegiatan manasik dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai bagian dari amanat undang-undang serta peraturan presiden terkait penyelenggaraan haji oleh Kementerian Haji dan Umrah.
“Alhamdulillah, hari ini kita sudah memasuki tahapan berikutnya dari persiapan pemberangkatan jamaah haji. Kita mulai membuka secara nasional manasik haji untuk para calon jamaah di seluruh Indonesia,” ucap cucu pendiri NU ini.
Menurut Gus Irfan, secara umum kesiapan penyelenggaraan haji di berbagai daerah telah berjalan baik. Saat ini, fokus pemerintah adalah memperkuat pembekalan jamaah, terutama terkait pemahaman manasik dan kesehatan.




