Rabu 11 Feb 2026 09:29 WIB

Temuan Baru Ungkap Epstein Bukan Tewas Bunuh Diri, tetapi Dieksekusi Dalam Sel Isolasinya

Skandal Epstein menyeret sejumlah tokoh terkemuka dunia.

Miliarder dan pengusaha keuangan Jeffrey Epstein.
Foto: Uma Sanghvi/The Palm Beach Post/ZUMApress.com
Miliarder dan pengusaha keuangan Jeffrey Epstein.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Dokumen terbaru yang dirilis Departemen Kehakiman AS mengungkapkan informasi bertentangan dengan laporan resmi sebelumnya mengenai kematian miliarder AS Jeffrey Epstein.

Epstein dihukum karena kejahatan seksual dan dituduh melakukan perdagangan anak di bawah umur, terutama terkait dengan pernyataan pihak berwenang bahwa tidak ada seorang pun yang memasuki selnya pada malam kematiannya.

Baca Juga

Rekaman kamera pengawas di penjara, yang dirilis oleh Departemen Kehakiman, menunjukkan sebuah benda oranye naik ke sayap terisolasi tempat Epstein ditahan, sekitar pukul 10:39 malam pada 9 Agustus 2019, beberapa jam sebelum dia ditemukan tewas di selnya, menurut laporan jaringan berita Amerika Serikat, CBS News, dikutip Aljazeera, Rabu (11/2/2026). 

Penjelasan resmi pihak berwenang mengenai benda oranye misterius tersebut beragam. FBI menduga benda tersebut adalah tahanan lain, sedangkan kantor inspektur jenderal mengatakan benda tersebut adalah petugas yang membawa penutup oranye.

Analisis yang dilakukan CBS News terhadap rekaman tersebut, dengan bantuan para ahli independen, mengungkapkan gerakan benda oranye yang terlihat dalam rekaman tersebut saat menaiki tangga mirip dengan gaya berjalan narapidana yang mengenakan seragam oranye, bukan petugas.

Menurut jaringan CBS News, para pegawai penjara menegaskan membawa seorang narapidana ke sayap tertutup pada jam-jam seperti itu sangatlah tidak biasa.

Dia menyatakan, mengidentifikasi orang itu bisa membantu merekonstruksi kejadian, terutama karena orang tak dikenal itu muncul pada waktu yang sama dengan perkiraan waktu kematian Epstein menurut forensik.

Jaringan televisi Amerika itu juga menyoroti ketidakjelasan rekaman video, karena kamera pengawas satu-satunya di sudut itu tidak mencakup seluruh sudut, sehingga memungkinkan seseorang masuk tanpa terlihat dengan jelas.

Kontradiksi

Data yang baru-baru ini terungkap ini bertentangan dengan pernyataan sebelumnya dari pejabat Amerika Serikat, termasuk Menteri Kehakiman saat itu, Bill Barr, yang menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang memasuki kamar Epstein pada malam kematiannya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement