Selasa 24 Mar 2026 06:13 WIB

Respons Netanyahu atas Penundaan Serangan Besar ke Iran

Perang AS-Israel melawan Iran memasuki pekan keempat.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Muhammad Hafil
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset, parlemen Israel, di Yerusalem, 2 Februari 2026.
Foto: EPA/ABIR SULTAN
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset, parlemen Israel, di Yerusalem, 2 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID,TEL AVIV — Pemimpin Zionis Israel Benjamin Netanyahu tampaknya tak senang dengan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menunda penyerangan pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran dalam peperangan lanjutan. Melalui pernyataan resminya, Netanyahu mengatakan Israel yang akan tetap melanjutkan peperangan dengan Iran.

“Kita akan melindungi kepentingan vital kita dalam segala keadaan,” kata Netanyahu seperti dikutip dari akun media sosial (medsos) resmi X @IsraeliPM, Selasa (24/3/2026). Netanyahu mengaku sudah berkomunikasi dengan Trump. “Tadi pagi saya berbicara dengan teman kita, Presiden Trump,” ujar Netanyahu. 

Baca Juga

Dalam pembicaraan dengan Trump itu, kata Netanyahu keduanya setuju untuk memanfaatkan semua kemajuan yang selama ini sudah dilakukan dalam memerangi Iran. “Presiden Trump percaya ada peluang untuk memanfaatkan pencapaian luar biasa yang telah kita raih bersama militer AS untuk mewujudkan tujuan perang ini melalui kesepakatan yang akan melindungi kepentingan vital kita,” kata Netanyahu.

Netanyahu juga mengatakan, dalam pembicaraannya dengan Trump, ia juga menyampaikan posisi Israel dalam peperangan kali ini yang berada di dua garis pertempuran. Yaitu agresi dan serangan terhadap Iran, serta serangan terhadap faksi bersenjata Hizbullah di Lebanon. Kata Netanyahu meyakinkan Trump, dua garis peperangan Israel itu menunjukkan arah kemajuan yang menurutnya semakin baik dalam mencapai tujuan peperangan bersama AS kali ini. 

“Pada saat yang sama, kita terus menyerang Iran dan Lebanon. Kita menghancurkan program rudal dan program nuklir, dan kita terus memberikan pukulan berat kepada Hizbullah (di Lebanon). Dan beberapa hari yang lalu kita telah melenyapkan dua ilmuwan nuklir (di Iran), dan itu kita masih teruskan,” ujar Netanyahu. Karena itu Netanyahu mengatakan akan tetap melanjutkan peperangan dengan Iran. “Kita akan tetap melindungi kepentingan kita dalam segala keadaan,” ujar dia.

photo
Perbandingan Militer Iran-Israel - (Republika)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement