Jumat 06 Feb 2026 19:15 WIB

Mukjizat Rasulullah, Sembuhkan Orang Sakit dan Buta

Nabi SAW memiliki mukjizat menyembuhkan orang sakit dan buta.

Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi (ilustrasi)
Foto: Republika
Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Adanya mukjizat merupakan salah satu karunia Allah untuk para nabi dan rasul-Nya. Nabi Isa AS, misalnya, disebutkan pernah menyembuhkan orang dari sakit buta yang diderita sejak lahir. Putra Maryam tersebut juga membuat burung dari tanah liat, memulihkan orang dari kusta, dan menghidupkan mayat. Semua itu dilakukannya semata-mata dengan izin Allah SWT.

"Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (dia berkata), 'Aku (Isa) telah datang kepada kamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman'" (QS Ali Imran: 49).

Baca Juga

Selain al-Masih bin Maryam, mukjizat penyembuhan juga Allah berikan kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam berbagai riwayat, disebutkan bahwa Rasulullah SAW pun pernah membebaskan orang-orang dari pelbagai penyakit, atas izin Allah.

Sebagai contoh, Rasulullah SAW pernah menyembuhkan kaki seorang sahabat beliau, Abdullah bin Atik, yang patah saat menjalankan misi penyergapan. Sebelumnya, Ibnu Atik ditugaskan beliau untuk mengamankan Sallam bin Abi al-Huqaiq alias Abu Rafi, yang berkali-kali memprovokasi Quraisy Makkah agar menyerbu Madinah. Bahkan, saudagar Yahudi ini menyatakan siap membiayai perang.

Shahih Bukhari merekam kesaksian Abdullah bin Atik. "Saat itu, aku (Ibnu Atik) sampai di suatu anak tangga hingga kakiku merasa telah menyentuh tanah. Namun, di malam yang bercahaya bulan sangat terang itu aku terjatuh.

Kakiku patah. Kemudian, aku membalutnya dengan serbanku. Setelah itu, perlahan aku pergi dan duduk di depan pintu gerbang.

Aku berkata kepada kawan-kawanku, ‘Aku tidak akan keluar dari benteng ini sampai tahu bila aku benar-benar telah membunuhnya (Abu Rafi).’

Ketika ayam jantan mulai berkokok, seseorang pembawa berita kematian Abu Rafi berdiri dan menyatakan, ‘Aku umumkan bahwa Abu Rafi, saudagar dari Hijaz itu, telah tewas.’

Maka, aku menemui kawan-kawanku dan berkata, ‘Mari kita pergi menyelamatkan diri, karena Allah telah membunuh Abu Rafi.’

photo
Infografis Keistimewaan Rasulullah - (Republika)

Di hadapan Nabi SAW, aku menyampaikan hal itu. Beliau bersabda, ‘Bentangkanlah kakimu.’ Maka aku membentangkannya.

Beliau kemudian mengusapnya. Begitu diusap, kakiku sekaan-akan tidak merasakan sakit apa-apa'" (HR al-Bukhari).

Kejadian serupa juga pernah dialami seorang sahabat lainnya, yakni Salamah. Pun terekam dalam Shahih Bukhari, demikian kesaksian Yazid bin Abu 'Ubaid mengenai sosok tersebut.

Yazid bin Abu ‘Ubaid bercerita, “Aku pernah melihat bekas luka pukulan pedang pada kaki (bagian lutut) Salamah. Aku lalu menanyakannya, ‘Wahai Abu Muslim, luka bekas pukulan apa itu?’

Dia menjawab, ‘Ini luka bekas pukulan yang aku alami pada saat Perang Khaibar.

Ketika itu, orang-orang berkata, ‘Salamah terluka.’

'Aku (Salamah) kemudian menemui Nabi SAW. Lalu, beliau meludahi lukaku ini sebanyak tiga kali. Setelah itu, aku tidak merasakan sakit apa-apa hingga sekarang'" (HR al-Bukhari).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement