Selasa 27 Jan 2026 14:12 WIB

Kemenhaj Siapkan Platform Digital Oleh-Oleh Haji: Ada Tasbih Garut Hingga Kurma Lombok

Kemenhaj akan menggelar Expo UMKM Oleh-Oleh Haji.

Warga membeli oleh-oleh haji dan umroh di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Ahad (17/7/2022).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Warga membeli oleh-oleh haji dan umroh di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Ahad (17/7/2022).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengembangkan terobosan baru berupa platform digital khusus untuk belanja oleh-oleh haji yang terintegrasi dengan produk-produk unggulan dalam negeri.

Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj Jaenal Effendi menyatakan banyak oleh-oleh yang dijual di Arab Saudi, seperti tasbih atau sajadah, sebenarnya diproduksi di Indonesia.

Baca Juga

Oleh karena itu, Kemenhaj ingin memotong rantai pasok tersebut agar jamaah bisa membeli produk langsung dari produsen lokal tanpa harus membelinya di Tanah Suci.

"Kami sedang mengembangkan platform oleh-oleh haji. Jadi jamaah belum sampai ke rumah, barang-barang oleh-oleh ini sudah sampai duluan. Kami tidak perlu investasi atau keluar uang banyak ke luar negeri, tapi produknya dibeli di Indonesia," ujar Jaenal saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

photo
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (kanan) bersama Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Jaenal Effendi (kedua kanan) menyicipi makanan siap saji (RTE) untuk jamaah haji usai Media Briefing Outlook Penyelenggaraan Haji 1447H/2026M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1/2026). - (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Ia mencontohkan beberapa produk potensial yang sudah dipetakan, misalnya kurma dari Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang ternyata memiliki kualitas nutrisi terbaik ke-7 di dunia.

Begitu juga dengan tasbih yang banyak beredar di pasar Makkah, yang mayoritas berasal dari perajin di Jepara, serta produk cokelat dari Garut.

"Tasbih-tasbih yang ada di Saudi itu ternyata datang dari Jepara. Cokelat dari Garut juga potensial. Ini tugas kami untuk mengidentifikasi dan memetakan produk apa saja yang bisa dijadikan oleh-oleh,"kata Jaenal.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement