Ahad 11 Jan 2026 16:45 WIB

Lawat Arogansi ICE, Seribu Titik Demonstrasi Panaskan AS

Puluhan ribu demonstran mengecam pembunuhan agen ICE terhadap seorang wanita.

Seorang pengunjuk rasa memegang tanda ketika petugas polisi Minneapolis menanggapi kejadian di mana seorang wanita ditembak dan dibunuh oleh agen ICE di Minneapolis.
Foto: EPA Photo
Seorang pengunjuk rasa memegang tanda ketika petugas polisi Minneapolis menanggapi kejadian di mana seorang wanita ditembak dan dibunuh oleh agen ICE di Minneapolis.

REPUBLIKA.CO.ID, MINNEAPOLIS — Puluhan ribu orang dilaporkan menghadiri aksi demonstrasi besar-besaran pada Sabtu (10/1/2026) waktu setempat. Demonstrasi tersebut dilakukan seiring direncanakannya aksi seribu unjuk rasa 'ICE OUT' di seluruh AS dalam upaya menentang kebijakan deportasi Donald Trump. 

Puluhan ribu demonstran tersebut mengecam pembunuhan agen bea cukai dan imigrasi (ICE) terhadap seorang perempuan berkewarganegaraan AS.

Baca Juga

 

Jumlah massa yang sangat besar di Minneapolis, meskipun angin dingin bertiup kencang, memperlihatkan bagaimana penembakan fatal terhadap Renee Good yang berusia 37 tahun oleh petugas ICE pada Rabu lalu telah memicu kemarahan warga. Mereka berdemonstrasi di kota-kota besar dan beberapa kota kecil.

Para pemimpin Demokrat Minnesota dan pemerintahan Presiden Donald Trump, seorang Republikan, telah memberikan penjelasan yang sangat berbeda tentang insiden tersebut.

photo
Pita polisi terlihat di sekitar kaca depan kendaraan yang berlubang peluru setelah seorang pengemudi ditembak di Minneapolis, pada 7 Januari 2026. - (Tim Evans/Reuters)

Dipimpin oleh tim penari asli Meksiko, para demonstran di Minneapolis, yang memiliki populasi metropolitan 3,8 juta jiwa, berbaris menuju jalan perumahan tempat Good ditembak di dalam mobilnya.

Kerumunan yang riuh, yang menurut perkiraan Departemen Kepolisian Minneapolis berjumlah puluhan ribu orang, meneriakkan nama Good dan slogan-slogan seperti "Hapus ICE" dan "Tidak ada keadilan, tidak ada perdamaian — singkirkan ICE dari jalanan kita."

"Saya sangat marah, benar-benar patah hati dan hancur, dan kemudian hanya merindukan dan berharap keadaan akan membaik," kata Ellison Montgomery, seorang demonstran berusia 30 tahun, kepada Reuters.

Para pejabat Minnesota menyebut penembakan itu tidak dapat dibenarkan. Video yang direkam oleh saksi mata menunjukkan kendaraan Good berbalik menjauh dari agen tersebut saat ia menembak.

Di sisi lain, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) yang mengawasi ICE, mempertahankan bahwa agen tersebut bertindak membela diri. Good, seorang relawan dalam jaringan komunitas yang memantau dan merekam operasi ICE di Minneapolis, mengemudi ke arah agen yang kemudian menembaknya. Penembakan tersebut berlangsung setelah agen lain mendekati sisi pengemudi dan menyuruhnya keluar dari mobil.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement