REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Sekretaris Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem mengumumkan pada Ahad (11/1/2026), ratusan petugas Patroli Perbatasan dikerahkan untuk mendukung operasi penegakan imigrasi Presiden Donald Trump di Minneapolis.
Pengumuman ini muncul di tengah memanasnya ketegangan antara penegak hukum federal dan pemerintah lokal setelah seorang ibu tiga anak tewas dalam insiden penembakan yang melibatkan agen ICE pekan lalu.
Video-video baru terus bermunculan terkait insiden tersebut. Meski demikian, penguatan pasukan federal ini menjadi perkembangan terbaru dalam ketegangan berbulan-bulan antara pemerintah kota yang dipimpin Demokrat dan pemerintah federal, setelah Trump pertama kali meningkatkan operasi terhadap warga Somalia-Minnesota pada Desember lalu, dilansir dari CNN.
Detik-detik sebelum penembakan
Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) merilis video 3 menit 30 detik di platform X yang merekam momen sebelum agen ICE menembak dan menewaskan Renee Good (37) pada Rabu lalu. Video menunjukkan mobil Good—Honda Pilot marun—menghalangi sebagian jalan, dengan beberapa kendaraan yang diduga milik agen federal berhenti di belakangnya.
DHS dalam pernyataannya menuduh—tanpa bukti—bahwa Good membuntuti dan menghalangi operasi penegak hukum sepanjang pagi itu. Video berakhir sesaat sebelum penembakan terjadi, setelah agen turun dari kendaraan mereka.
Video lain yang diperoleh CNN dari agen pelaku tembak, Jonathan Ross, tidak menunjukkan apakah mobil Good menyentuhnya. Asisten Sekretaris DHS Tricia McLaughlin mengatakan rekaman itu mendukung klaim agen bahwa penembakan dilakukan demi membela diri.




