REPUBLIKA.CO.ID,RAMALLAH — Rencana Pemerintah Pendudukan Israel untuk membangun 9.000 unit permukiman di Tepi Barat bagian tengah mengancam wilayah Yerusalem.
"Otoritas pendudukan Israel berupaya mewujudkan rencana permukiman berbahaya di atas lahan Bandara Internasional Yerusalem dan kawasan sekitarnya," kata pemerintah kegubernuran Yerusalem dalam sebuah pernyataan, Senin (15/12).
Rencana tersebut dinilai menjadi ancaman langsung terhadap keterkaitan geografis dan demografis antara Yerusalem dan Kota Ramallah.
Lihat postingan ini di Instagram
Pernyataan itu menyebutkan, Israel berencana mendirikan permukiman di kawasan Palestina yang padat penduduk seperti Kafr Aqab, Qalandia, Al-Ram, Beit Hanina, dan Bir Nabala.
Rencana itu dianggap memperkuat kebijakan Israel untuk memisahkan dan mengisolasi Yerusalem dan daerah sekitarnya, serta merusak setiap cakrawala politik yang didasarkan pada Solusi Dua Negara.
Sebuah komite Israel dijadwalkan bertemu pada Rabu untuk membahas percepatan rencana itu, termasuk kemungkinan mengalokasikan sejumlah kawasan bagi proyek tersebut.




