REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, dapat memperkuat posisi Iran dalam menghadapi dinamika konflik di Timur Tengah.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan, kepemimpinan baru di Iran itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, khususnya terkait konflik dengan Israel dan keterlibatan Amerika Serikat (AS).
Menurutnya, serangan brutal Israel-AS atas Ayatollah Ali Khamenei saat ini dibalas oleh serangan balik Iran yang menyebabkan kehancuran masif di Israel dan pusat penting Amerika di berbagai negara.
"Artinya, perkiraan dan harapan Amerika dan Israel mengalami kegagalan yang sangat serius. Dengan dipilihnya Mojtaba Khamenei, Israel dan Amerika akan mengalami kebangkrutan secara moral, ekonomi, politik dan militer," ujar Sudarnoto kepada Republika.co.id, Selasa (10/3/2026).
Menurut Sudarnoto, Mojtaba Khamenei tidak hanya memiliki hubungan biologis dengan pemimpin sebelumnya, tetapi juga dinilai mewarisi garis ideologis yang selama ini menjadi fondasi politik Iran.
"Mojtaba bukan sekedar anak biologis Ayatollah Ali Khameini, akan tetapi sekaligus anak ideologis yang akan selalu istiqomah mengusung ideologi perlawanan dan menghancurkan ketidakadilan dan kezaliman sebsgaimana yang selama ini dilakukan oleh Amerika dan Israel," katanya.




