Sabtu 30 Aug 2025 15:06 WIB

Pemuda Islam Dituntut Progresif, KH Husnan Bey: Jangan Hanya di Masjid dan Pesantren

Ketum Parmusi tekankan pemuda Islam harus hadir di berbagai bidang untuk umat.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Ani Nursalikah
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Prof KH Husnan Bey Fananie di acara Seminar Kebangsaan bertema Merawat Indonesia dari Pinggiran: Internalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Pemuda Islam dalam Berbangsa, Bernegara dan Bermasyarakat di Aula Ar-Razaq, Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Foto: Republika/Fuji Eka Permana
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Prof KH Husnan Bey Fananie di acara Seminar Kebangsaan bertema Merawat Indonesia dari Pinggiran: Internalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Pemuda Islam dalam Berbangsa, Bernegara dan Bermasyarakat di Aula Ar-Razaq, Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (29/8/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemuda Islam harus memiliki identitas kuat dan relevan dengan tantangan zaman. Pemuda Islam ideal adalah mereka yang progresif, proaktif, kreatif, inovatif, dan futuristik.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Prof KH Husnan Bey Fananie, dalam Seminar Kebangsaan bertema Merawat Indonesia dari Pinggiran: Internalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Pemuda Islam dalam Berbangsa, Bernegara, dan Bermasyarakat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Baca Juga

Kiai Husnan Bey menegaskan, karakter progresif, proaktif, kreatif, inovatif, dan futuristik tidak hanya untuk kemajuan pribadi, melainkan juga untuk membangun umat dan bangsa. Pemuda Islam, menurutnya, harus mampu melihat persoalan bangsa dengan tajam dan berinisiatif mencari solusi.

"Pemuda-pemuda Islam ini bukan hanya sekadar pemuda yang hanya berada di masjid, di remaja masjid, di pesantren, atau majelis taklim. Bukan hanya itu," kata Kiai Husnan Bey kepada Republika di Masjid Istiqlal.

Ia menekankan, pemuda Islam harus hadir di berbagai bidang dan mendampingi umat secara menyeluruh. Selain itu, ia menyoroti pentingnya karakter futuristik. Pemuda Islam, kata dia, harus memiliki pandangan jauh ke depan, melampaui batas waktu.

"Futuristik itu adalah selalu berpandangan jauh ke depan, tidak hanya pendek untuk masa hari ini, untuk besok, dua bulan lagi, atau tiga bulan lagi," ujarnya.

Ia menegaskan, pandangan futuristik akan mendorong pemuda Islam untuk terus berinovasi, menemukan hal-hal baru, dan membangun sesuatu yang mencerdaskan manusia serta bermanfaat bagi masa depan bangsa dan negara.

Dengan demikian, Kiai Husnan Bey berharap pemuda Islam menjadi jiwa-jiwa masa depan yang pola pikir, kegiatan, dan orientasinya selalu mengarah pada kemajuan dunia tanpa melupakan akhirat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement