Kamis 03 Apr 2025 20:20 WIB

Ansarallah Jatuhkan Drone MQ-9 Amerika Saat Serang Yaman

Serangan udara AS baru-baru ini di Yaman dilaporkan membunuh warga sipil.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
Serangan ke Yaman (ilustrasi)
Foto: AP/Wael Qubady
Serangan ke Yaman (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,SANAA -- Gerakan Yaman, Ansarallah telah mengumumkan jatuhnya sebuah pesawat tanpa awak pengintai MQ-9 milik Amerika Serikat (AS), di tengah-tengah serangan udara Amerika yang terus berlanjut di ibukota Sanaa dan provinsi-provinsi lain di Yaman.

Yahya Saree, juru bicara militer kelompok tersebut, menyatakan pada Kamis (3/4/2025) bahwa pertahanan udara Yaman menembak jatuh pesawat tak berawak MQ-9 AS menggunakan rudal permukaan ke udara buatan lokal ketika pesawat tersebut sedang melakukan operasi musuh di atas Kegubernuran Al Hudaydah.

Baca Juga

Saree juga mengkonfirmasi bahwa ini adalah pesawat tak berawak kedua yang ditembak jatuh dalam 72 jam, dan yang ke-17 sejak dimulainya "Pertempuran Kemenangan yang Dijanjikan" untuk mendukung Gaza.

Palestine Chronicle pada Kamis (3/4/3035) melaporkan, Pentagon tidak segera mengomentari jatuhnya pesawat pengintai baru tersebut.

MQ-9 adalah pesawat tak berawak berteknologi tinggi yang banyak digunakan oleh militer AS untuk menyerang target. Setiap pesawat tanpa awak ini berharga 56 juta Dolar AS (Rp 927,3 Miliar), dan sistem operasinya digambarkan sebagai “predator” karena memungkinkannya untuk melakukan banyak misi.

Dalam perkembangan terkait, media yang berafiliasi dengan Ansarallah melaporkan bahwa sebuah pesawat tak berawak AS mengebom sebuah mobil di distrik Majz, Gubernuran Saada, Yaman utara, meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Media Yaman juga melaporkan bahwa pesawat tempur AS melancarkan serangkaian serangan di Kegubernuran Saada, Al Hudaydah, dan Sanaa. Serangan tersebut dilaporkan menargetkan bagian timur dan tenggara kota Saada, dengan 17 serangan dalam dua gelombang.

Di Kegubernuran Al Hudaydah, serangan menargetkan daerah Ras Issa di Al Salif, membunuh satu orang dan melukai dua orang lainnya. Di Sanaa, sebuah mobil warga sipil ditabrak di daerah Qahza, selatan kota, mengakibatkan satu orang terluka.

Pada tanggal 15 Maret, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa ia telah memerintahkan pasukannya untuk meluncurkan “serangan besar” terhadap Ansarallah, dan mengancam untuk “melenyapkan” kelompok tersebut.

Sebagai tanggapan, Ansarallah menegaskan bahwa ancaman Trump tidak akan menghalangi mereka untuk “melanjutkan dukungan mereka untuk Gaza,” dan menyatakan bahwa mereka telah melanjutkan penembakan situs-situs Israel dan menargetkan kapal-kapal yang menuju Israel di Laut Merah.

Serangan udara AS baru-baru ini di Yaman dilaporkan telah membunuh dan melukai puluhan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, menurut data dari Kementerian Kesehatan Ansarallah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement