Kamis 03 Apr 2025 15:00 WIB

Sunnah Apa yang Bisa Dikerjakan Sebelum Sholat Jumat

Sahabat kerap menyaksikan langsung bagaimana sikap Nabi dalam sebelum sholat Jumat.

Jamaah mendengarkan khutbah jumat yang disampaikan Imam Besar Masjid Nabawi Syekh Ahmad bin Ali Al Hudhaify di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (11/10/2024). Dalam kunjungannya ke Indonesia, Imam Masjid Nabawi Syekh Ahmad bin Ali Al Hudhaify mengisi agenda khutbah jumat serta memimpin salat dihadapan ribuan jamaah di Masjid Istiqlal. Kunjungan ke Indonesia tersebut dalam rangka inisiatif Arab Saudi untuk mempererat hubungan diplomatik dan keagamaan dengan negara-negara islam, terutama Indonesia. Sebelumnya, dalam rangkaian kunjungannya, Syekh Ahmad bin Ali Al Hudhaify bertemu sejumlah pejabat tinggi negara, ormas islam serta lembaga pendidikan islam.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Jamaah mendengarkan khutbah jumat yang disampaikan Imam Besar Masjid Nabawi Syekh Ahmad bin Ali Al Hudhaify di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (11/10/2024). Dalam kunjungannya ke Indonesia, Imam Masjid Nabawi Syekh Ahmad bin Ali Al Hudhaify mengisi agenda khutbah jumat serta memimpin salat dihadapan ribuan jamaah di Masjid Istiqlal. Kunjungan ke Indonesia tersebut dalam rangka inisiatif Arab Saudi untuk mempererat hubungan diplomatik dan keagamaan dengan negara-negara islam, terutama Indonesia. Sebelumnya, dalam rangkaian kunjungannya, Syekh Ahmad bin Ali Al Hudhaify bertemu sejumlah pejabat tinggi negara, ormas islam serta lembaga pendidikan islam.

REPUBLIKA.CO.ID,MADINAH --Ada banyak sunah yang yang dapat dijumpai melalui hadits-hadits Rasulullah SAW. Salah satu sunah yang bisa dipraktikkan adalah sunnah di hari Jumat, yakni mengenai sholat Jumat.

Dalam buku Fikih Shalat Imam Syafii karya Musthafa Al-Bugha Dkk dijelaskan, bahwa para sahabat kerap menyaksikan langsung bagaimana sikap Nabi dalam sebelum menjalankan sholat Jumat.

Baca Juga

Misalnya, sahabat Anas bin Malik meriwayatkan hadis: “Kunna nubakkiru ilal-jumu’ati tsumma naqilu”. Yang artinya: “Kami dahulu datang lebih awal untuk sholat Jumat, kemudian setelah itu kami tidur siang,”.

Sayyidina Umar bin Khattab juga pernah meriwayatkan hadits, beliau berkata: “Anna Rasulallah SAW qala; idza ja-a ahadukum al-jumuat falyagtasil,”. Yang artinya: “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian hendak mendatangi sholat Jumat, maka hendaklah mandi (terlebih dahulu),”.

Tentunya, sunnah-sunnah Nabi yang lain mengenai sholat Jumat begitu banyak. Namun demikian, setiap sunah itu perlu disikapi dengan ketentuan yang ada dalam kondisi yang tengah berkembang saat ini.

 

sumber : Dok Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement