REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Dompet Dhuafa menggelar acara Pelepasan Tim Kemanusiaan Untuk Palestina dan Dai Melintas Batas Dompet Dhuafa. Sebanyak 16 dari akan dikirim ke 11 negara di antaranya Australia, Filipina, Hongkong, Jepang, Yunani, Korea Selatan, Nuomea, Perancis, Selandia Baru, Thailand, Timor Leste dan ke berbagai wilayah di Indonesia.
Direktur Program Sosial, Kemanusiaan, dan Dakwah Dompet Dhuafa, Ustaz Ahmad Shonhaji mengatakan, mereka yang dikirim ke 11 negara adalah dai ambassador. Mereka adalah dai yang dikirim untuk menyampaikan amanah, zakat, infaq, sedekah dan wakaf (Ziswaf), serta melakukan edukasi, sosialisasi dan juga menyampaikan pesan implementasi program Ziswaf di 11 negara.
"Kita kirimkan 16 dai untuk 11 negara, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang kita laksanakan setiap tahunnya oleh Dompet Dhuafa," kata Ustaz Shonhaji kepada Republika, Kamis (27/2)
Ia menyampaikan, dai ambassador yang dikirim diberi tugas untuk menyampaikan informasi dan penguatan tentang literasi zakat serta praktik zakat. Para dai ini juga bisa berbicara tentang apapun di tempatnya masing-masing sesuai kondisi yang dibutuhkan Muslim setempat, tetapi mereka harus tetap menyampaikan suara Ziswaf kepada masyarakat dunia.
"Sehingga apa yang dilakukan Dompet Dhuafa di Indonesia dapat ditransfer ke masyarakat dunia di negara-negara yang jadi tujuan dai ambassador," ujarnya.
Ustaz Shonhaji menerangkan, dai yang dikirim ke luar negeri dan dalam negeri pasti berbeda medan dakwahnya.
Ia mengatakan, dai yang dikirim ke tapal batas di dalam negeri, mereka melakukan penguatan aqidah dan membangun komunikasi dakwah di tengah masyarakat. Namun, mereka tetap perlu menyampaikan sosialisasi dan edukasi tentang Ziswaf.
Ustaz Shonhaji menambahkan, untuk dai yang dikirim ke tapal batas Indonesia, tidak hanya saat bulan Ramadhan tapi sudah rutin dilakukan secara berkala oleh Dompet Dhuafa.
Di tempat yang sama, Ustaz H Muhammad Firosyurahman menjadi dai ambasador yang dikirim Dompet Dhuafa ke Hong Kong.
Ustaz Firosyurahman mengatakan, target dakwahnya adalah warga Indonesia di Hong Kong.
"Yang kedua kita juga diarahkan untuk meningkatkan para mualaf, tapi itu tidak menjadi target khusus, tapi jika ada mualaf itu menjadi nilai plus bagi kita," ujarnya.
Ia menerangkan bahwa tugas lain dari dai ambassador, membantu warga Indonesia untuk memperdalam ilmu agama. Kemudian membantu meningkatkan literasi mereka soal Ziswaf yang menjadi program Dompet Dhuafa.
Di Hong Kong banyak warga negara Indonesia, ada sekitar 170.000 jiwa. Setiap tahunnya Dompet Dhuafa mengirim dai ke Hong Kong. Untuk memperdalam agama Islam, meningkatkan literasi dan menumbuhkan kesadaran Ziswaf.
Mengenai target yang harus dicapai, Ustaz Firosyurahman mengatakan, di lokasi penempatan memberikan layanan ke umat Islam seperti menjadi imam sholat tarawih, memberikan kajian, pengajian, konseling dan program Ziswaf.