Kamis 11 Jul 2024 10:17 WIB

Siapa Pendiri Kota Madinah Sebelum Rasulullah Hijrah?

Berbagai peradaban silih berganti di Madinah sebelum hijrahnya Rasulullah SAW.

Masjid Nabawi di Kota Madinah, Arab Saudi.
Foto: Republika/Karta Raharja Ucu
Masjid Nabawi di Kota Madinah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Secara geografis, Kota Madinah berlokasi di tengah-tengah Kawasan Hijaz, yang meliputi Kerajaan Arab Saudi bagian barat. Posisinya berada sekitar 625 meter di atas permukaan laut. Letaknya tidak begitu jauh dari pesisir Laut Merah.

Bila ditarik garis lurus, jaraknya dengan tepi pantai adalah sejauh 150 kilometer (km). Pelabuhan terdekat bernama Bandar Yanbu, yang berada 221 km arah barat daya kota tersebut.

Baca Juga

Seperti umumnya kota-kota di sekujur Semenanjung Arabia, Madinah memiliki iklim gurun yang kering. Suhu udaranya bercirikan panas yang tinggi dengan interval antara 30 hingga 45 derajat Celsius. Namun, suhu udara setempat menurun cukup drastis tatkala musim dingin, yakni antara 10 hingga 25 derajat Celsius.

Antara Madinah dan Makkah al-Mukarramah terbentang jarak 430 km. Seperti halnya kota tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW itu, Madinah juga memiliki sejarah yang amat panjang.

Mengutip penjelasan dari buku Sejarah Kota Madinah Munawwarah dan Tempat-Tempat Bersejarahnya (terbitan Pusat Riset dan Penelitian Ilmiah Kerajaan Arab Saudi), riwayat Kota Madinah bermula sejak beberapa masa pascabanjir besar yang melanda umat Nabi Nuh 'alaihissalam.

Para pakar sejarah menyatakan, pendiri Madinah bernama Yastrib. Jadi, tak mengherankan bila kota itu disebut Yastrib sebelum Rasulullah SAW mengubahnya menjadi Madinah.

Sosok Yastrib dipercaya sebagai seorang keturunan Nabi Nuh alahissalam dari generasi keenam atau kedelapan. Kabilah yang dipimpinnya ialah A'bil.

Dari masa ke masa, penghuni kota tersebut tidak hanya berasal dari kalangan Bani A'bil, tetapi juga masyarakat lain. Mereka datang ke sana baik secara berkelompok maupun sendiri-sendiri.

Lama-kelamaan, Kabilah A'bil tidak dapat bersaing dengan orang-orang A'maliq, para pendatang yang sukses mengolah kebun-kebun setempat.

Beberapa abad sebelum Masehi (SM), ada sejumlah kerajaan yang menguasai Madinah. Di antaranya adalah Negeri Ma'in, Saba, dan Kaldaniyin. Keberadaan Madinah bukanlah sesuatu yang asing bagi para ahli sejarah dan geografi dari era Yunani Kuno.

Klaudius Ptolemaeus, seorang ahli geografi kelahiran Iskandariah, Mesir, yang hidup pada abad kedua Masehi menyebutkan keadaan kota di dekat pesisir barat Arab yang disebutnya Iathrippa. Ini merupakan pelafalan untuk menyebut Yathrib atau Yastrib. Manuskrip-manuskrip peninggalan Stephanus Byzantium pada abad keenam juga menggunakan nama tersebut saat menggambarkan suasana kota ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement