Sabtu 06 Apr 2024 09:05 WIB

5 Bukti Ini Perkuat Fakta Pemerintah Israel Dukung Ritual Sapi Merah 

Doktrin ritual sapi merah telah merangsek ke Pemerintahan Netanyahu

Rep: Umar Mukhtar / Red: Nashih Nashrullah
Orang Yahudi menonton sapi merah yang ditempatkan di Shilo, sebuah permukiman ilegal Israel di dekat kota Nablus, Palestina.
Foto: MEE/Daniel Hilton
Orang Yahudi menonton sapi merah yang ditempatkan di Shilo, sebuah permukiman ilegal Israel di dekat kota Nablus, Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada sejumlah tanda bahwa pemerintahan Benjamin Netanyahu saat ini terpengaruh oleh ide-ide yang dimunculkan oleh kelompok agama Yahudi.

Pemerintahan Netanyahu memang merupakan pemerintahan Zionisme religius yang unggul, tetapi sejatinya tidak sebatas pada pemerintahan.

Baca Juga

Kolumnis untuk laman Aljazeera, yang merupakan Guru Besar Studi Yerusalem di Universitas Istanbul Dr Abdullah Ma'ruf menjelaskan, beberapa menteri di bawah pemerintahan Netanyahu dan pemerintahan sebelumnya, telah mengambil tindakan luar biasa terkait ide sapi merah.

Sebagai catatan, pemerintahan Israel sebelum Netanyahu ada di bawah pimpinan gerakan kiri-tengah. Berikut ini sejumlah indikator kuat bukti pemerintahan Netanyahu terpengaruh doktrin sapi merah. 

Pertama, mantan pejabat media dan hubungan masyarakat di Masjid Al Aqsa itu menyampaikan, salah satu bentuk penerimaan mereka terhadap mitos sapi merah ini ialah pemberian fasilitas dari Kementerian Pertanian untuk memasukkan sapi secara luar biasa dan tanpa melalui pemeriksaan wajib atau pemasangan segel khusus pada sapi.

Kedua, kehadiran Direktur Jenderal Kementerian Urusan Yerusalem dalam upacara “penerimaan” lima ekor sapi setibanya dari Texas Amerika, di hadapan Rabbi Yisrael Ariel, yang merupakan wakil dari ekstrimis Rabbi Meir Kahane, yang diklasifikasikan sebagai seorang teroris di Israel sendiri.

Ketiga, Kementerian Urusan Yerusalem juga memfasilitasi perolehan sebidang tanah di atas Bukit Zaitun untuk dijadikan taman, meski sebenarnya dialokasikan dan disiapkan untuk melakukan ritual, dan prosedur khusus lainnya.

"Semua ini dengan jelas menunjukkan sejauh mana pemerintahan yang berbeda-beda dipengaruhi oleh mitos ini, namun dalam kasus pemerintahan sayap kanan Netanyahu, permasalahan ini mencapai puncaknya," demikian dijelaskan Ma'ruf.

Keempat, pemerintahan Netanyahu bersedia mencapai tujuan akhir dalam proyek gerakan keagamaan Zionis dan ekstrim kanan di Israel. Hal ini sebenarnya menunjukkan proses pengambilan keputusan di pemerintahan Israel dikontrol gerakan keagamaan Zionis dan eksterm kanan di sana.

Kelima, kelompok agama ekstremis berupaya mengambil kendali penuh pemerintahan di Israel melalui amandemen hukum yang disetujui di Knesset. Zionis juga berusaha menguasai pejabat rabi negara dengan mengajukan calonnya.

Dengan demikian, akan tiba perayaan sapi merah dan persiapan pelaksanaan ritual bersuci di Bukit Zaitun dengan tujuan mencabut fatwa larangan orang Yahudi memasuki Al-Aqsa.

Ini akan membuka

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement