REPUBLIKA.CO.ID, GAZA— Gerakan Pembebasan Nasional Fatah dan Gerakan Perlawanan Islam Hamas menegaskan bahwa pendudukan Israel-lah yang menghalangi masuknya Komite Nasional untuk Mengelola Jalur Gaza.
Mereka menuntut agar Israel ditekan agar menyediakan semua kondisi yang diperlukan untuk keberhasilan kerja komite tersebut.
Kepada Aljazeera, dikutip Ahad (15/2/2026), Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan posisi gerakan tersebut jelas mendukung kesiapan semua badan dan administrasi yang terkait dengan pengelolaan sektor tersebut di semua tingkatan, termasuk bidang keamanan, untuk menyerahkan berbagai bidang ini kepada komite nasional independen yang baru-baru ini dibentuk dan dipimpin oleh Dr Ali Shaath.
Qassem menegaskan penjajah menghalangi kerja komite dan tidak mengizinkannya masuk, sambil menunjuk pada penyebaran pasukan penjajah di perlintasan Rafah.
Juru bicara gerakan tersebut menyerukan kepada pihak-pihak penjamin dan pendukung untuk bergerak secara serius dan efektif dalam menekan penjajah agar mengizinkan komite masuk ke Jalur Gaza.
Selain itu juga menyediakan semua kemungkinan dan kondisi yang diperlukan agar komite dapat bekerja dengan sukses.
Dasar hambatan
Sementara itu, juru bicara resmi gerakan Fatah, Munther al-Hayek, menegaskan pendudukan Israel adalah dasar hambatan yang dihadapi komite nasional untuk mengelola Jalur Gaza.
Lihat postingan ini di Instagram




