Senin 18 Mar 2024 22:26 WIB

Pengkajian Ramadan PP Muhammadiyah 1445 H Usung Tema Dakwah Kultural

Tema Dakwah Kultural dipilih karena bagian mata rantai pergerakan Muhammadiyah.

Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., mengatakan tema dakwah kultural dipilih karena menjadi bagian mata rantai pergerakan Muhammadiyah.
Foto: dok UMJ
Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., mengatakan tema dakwah kultural dipilih karena menjadi bagian mata rantai pergerakan Muhammadiyah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengkajian Ramadan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah 1445 H mengusung tema “Dakwah Kultural: Perluasan Basis Komunitas dan Akar Rumput Muhammadiyah”. Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., mengatakan tema dakwah kultural dipilih karena menjadi bagian mata rantai pergerakan Muhammadiyah. 

Demikian dijelaskan dalam pidato iftitahnya pada pembukaan dalam Pengkajian di Jakarta tepatnya di Auditorium KH. Ahmad Azhar Basyir, MA., Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Senin (18/03/2024).

“Dakwah kultural menjadi bagian dari pergerakan yaitu bagaimana memperluas basis gerakan dan keberadaan Muhammadiyah di akar rumput. Kemudian, dakwah kultural dapat kita akselerasikan untuk menjadi instrumen gerakan kita yang lebih memperkokoh basis gerakan Muhammadiyah,” kata Haedar.

Dalam kesempatan ini, Haedar juga  mengungkapkan kegiatan ini sekaligus tasyakuran atas pencapaian Universitas Muhammadiyah Jakarta meraih akreditasi unggul. Ia mengucapkan selamat dan terima kasih kepada sivitas akademika UMJ.

“Di bawah Rektornya yang luar biasa, alhamdulilah banyak prestasi yang diraih. Maka dari itu, kami sampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga besar UMJ,” ungkap Haedar.

Pengkajian ini dilakukan di dua lokasi yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta tepatnya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan di Jakarta tepatnya di Universitas Muhammadiyah Jakarta. 

Peserta Pengkajian Ramadan di Jakarta diikuti oleh Pimpinan Muhammadiyah, Aisyiyah, organisasi otonom, amal usaha Muhammadiyah, lembaga dan majelis mulai dari tingkat pusat hingga daerah,  yang berasal dari wilayah pulau Jawa dan Sumatera.

Dalam pembukaan pengkajian, Rektor UMJ Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., menyampaikan ungkapan terima kasihnya atas terpilihnya UMJ sebagai tempat penyelenggaraaan pengkajian PP Muhammadiyah.

Pada pembukaan pengkajian ini, Ma’mun juga menyampaikan bahwa UMJ berusaha menampilkan dakwah-dakwah kultural yang sempat hilang dari Muhammadiyah. Salah satunya melalui penampilan-penampilan seni musik. Menurutnya, ini sebagai tindak lanjut dari apa yang dilakukan KH. Ahmad Dahlan pada periode awal Muhammadiyah yang mengedepankan dakwah kultural melalui tradisi dan budaya.

Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan, MPA., Bachtiar mengatakan Pengkajian Ramadan 1445 H menjadi momentum untuk mencari terobosan dan kekurangan dari gerakan dakwah kultural yang terkesan lambat selama kurang lebih dua puluh tahun. 

“Semoga kita bisa kembali melacak aspek historis dan sosiologis untuk menghidupkan dakwah Muhammadiyah secara luas,” tambah Bachtiar.

Rangkaian kegiatan Pengkajian Ramadan PP Muhammadiyah 1445 H akan berlangsung selama tiga hari mulai Senin hinga Rabu (18-20/03/2024), dengan menghadirkan narasumber yang akan membahas topik-topik seputar gagasan risalah dakwah kultural.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement