Senin 04 Mar 2024 07:59 WIB

Nikmat Duniawi Seakan tak Berujung, Ini 3 Alasan Kita Dianjurkan Qanaah

Qanaah merupakan salah satu anjuran yang mulia

Rep: Umar Mukhtar / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi qanaah. Qanaah merupakan salah satu anjuran yang mulia
Foto: EPA-EFE/BAGUS INDAHONO
Ilustrasi qanaah. Qanaah merupakan salah satu anjuran yang mulia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Manusia memang tidak ada puasnya. Ketika sudah diberi satu kenikmatan, maka ia akan cenderung untuk berusaha mendapatkannya lebih banyak lagi, seolah tidak memiliki rasa puas.

Karena itu, Islam menekankan setiap Muslim untuk berperilaku qanaah, agar tidak terjebak dalam kesibukan menemukan apa yang belum dimiliki. Islam juga memberi tuntunan agar dapat mengendalikan berbagai hasrat keinginan.

Baca Juga

Qanaah ialah merasa cukup atau puas atas apa yang diberikan Allah SWT kepadanya dan dia pun menerima hal tersebut. Berikut ini mengapa seorang Muslim harus merasa cukup atau memiliki sikap qanaah.

1. Agar tidak terjebak pada gemerlap dunia

 

Ibnu Allan Al Syafi'i menuturkan, qanaah berarti suatu sikap kerelaan atau menerima atas segala hal yang didapat. 

Sebab, fitrah manusia cenderung pada kenikmatan dunia dan berhasrat untuk mengejar dunia. Kecuali mereka yang memohon perlindungan Allah SWT. 

Sadari bahwa diri ini adalah makhluk yang diciptakan Allah SWT. Yakini pula bahwa Allah SWT menganugerahkan kebaikan yang tersembunyi. 

Dengan demikian, ia akan sanggup menerima atau merasa cukup atas segala yang dikaruniai Allah kepada dirinya

2. Kunci raih kesuksesan

Sikap qanaah merupakan salah satu faktor kunci kesuksesan seorang Muslim selama di dunia. Sebab dengan sikap qanaah, maka dia mencegah dirinya untuk terjerumus pada kezaliman dan perbuatan korup.

Tanpa sikap qanaah, seseorang bisa binasa, sebagaimana yang sering terlihat di tayangan televisi menampilkan kasus korupsi dan semacamnya. Terkait qanaah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ هُدِيَ إِلَى الْإِسْلَامِ وَرُزِقَ الْكَفَافَ وَقَنَعَ بِهِ

"Sungguh beruntung orang yang telah diberikan petunjuk Islam. Dia diberikan rezeki yang sekadar mencukupinya, dan dia bersikap qanaah (merasa cukup) atas rezeki tersebut." (HR Ibnu Majah, diriwayatkan dari Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash)

3. Mendapat ketenangan batin

Qanaah adalah jalan untuk mencapai ketentraman dan ketenangan hati. Dengan qanaah, jiwa dan hati tidak miskin, karena ia sudah merasa cukup dengan apa yang diperoleh, dan bersyukur atas hal tersebut.

Baca juga: Amalan Para Nabi yang Langgengkan Nikmat dan Lancarkan Rezeki Menurut Alquran

Nabi Muhammad SAW senantiasa mengucapkan doa agar Allah SWT mencukupkan beliau SAW dengan rezeki yang diberikan-Nya. Berikut doa Nabi Muhammad SAW berdasarkan riwayat Ibnu Abbas RA, berikut ini:

كان من دعاء النبي صلّى الله عليه وسلّم: « اللَّهُمَ قَنِّعْنِي بِمَا رَزَقْتَنِي، وَبَارِكْ لي فِيهِ، وَاخْلُفْ عَلَيَّ كُلَّ غَائِبَةٍ لِي بِخَيْرٍ»

Di antara doa Nabi Muhammad SAW adalah, "Ya Allah! Cukupkanlah aku dengan apa yang telah Engkau rezekikan kepadaku. Berkahilah aku dengan rezeki tersebut dan gantikanlah setiap yang hilang dariku dengan kebaikan yang lebih baik." (HR Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad, Al Hakim dalam Al Mustadrak, dan Al Baihaqi dalam Sya'b Al Iman)

Sumber:

http://saaid.org/arabic/875.htm

(Umar Mukhtar)

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement