Selasa 20 Feb 2024 03:55 WIB

Lazis ASFA Gandeng Al-Azhar Kairo Gelar Pelatihan Kader Ulama

Sebanyak 40 kader ulama utusan berbagai pesantren di Indonesia jadi peserta pelatihan

Lazis ASFA menggandeng Universitas Al-Azhar Kairo untuk program percepatan kaderisasi pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Indonesia, di Kairo, Senin (19/2/2024).
Foto: dok lazis asfa
Lazis ASFA menggandeng Universitas Al-Azhar Kairo untuk program percepatan kaderisasi pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Indonesia, di Kairo, Senin (19/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO--Lazis ASFA menggandeng Universitas Al-Azhar Kairo untuk program percepatan kaderisasi pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Keduanya bersepakat untuk melahirkan SDM yang unggul. Pembukaan pelatihan intensif dakwah dan fatwa untuk para kader ulama dari berbagai pesantren di Indonesia di gelar di Aula Fakultas Sains dan Dirasat Islamiyah, Kairo, pada Senin (19/2/2024). 

Sebanyak 40 orang kader ulama utusan dari berbagai pesantren di Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat menjadi peserta pada pelatihan kali ini. Pelatihan dilaksanakan di Islamic Mission City, Al-Azhar, selama dua bulan. Materi pelatihan meliputi materi-materi dakwah, metode pengambilan fatwa, wasatiyyat Islam, bahasa Arab, Alquran dan tafsir serta ulumul hadis.

Baca Juga

Acara dirangkai bersama dengan Pembinaan dan Pengarahan Mahasiswa Indonesia Penerima Beasiswa ASFA di Universitas Al-Azhar sebanyak 200 orang. Rektor Universitas Al-Azhar Prof Salamah Daud mengapresiasi peran Lazis ASFA yang aktif mendorong percepatan dan pengembangan SDM. 

Ia mengatakan Al-Azhar selalu membuka pintu untuk kader-kader dari seluruh dunia yang ingin mendalami Islam dengan pandangan wasatiyahnya. "Apa yang dilakukan oleh Lazis ASFA seirama dengan pandangan Al-Azhar, yaitu melahirkan SDM unggul untuk kemajuan umat Islam di seluruh dunia," tutur Prof Salamah Daud dalam keterangan Lazis ASFA, Senin (19/2/2024).

 

Salamah Daud berpesan agar kader ulama yang mengikuti program pendidikan intensif dan para mahasiswa S1-S3, nantinya segera kembali kepada umat Islam di Indonesia melalui institusi masing-masing. "Segera mendakwahkan nilai-nilai Islam serta membawa pandangan risalah wasatiyah Islam Al-Azhar," tuturnya.

Sekjen Pusat Keilmuan Al-Azhar Prof Nadhir Al-Ayyad juga mengapresiasi peran Lazis ASFA. Ia mengatakan pemanfaatan dana-dana dari zakat, infak, sedakah, dan wakaf untuk kepentingan peningkatan sumber daya manusia dan peningkatan ilmu, merupakan hal yang sejalan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam, termasuk pekerjaan yang sangat mulia.

"Peran-peran lembaga zakat dan wakaf seperti ini banyak ditemui dalam sejarah peradaban Islam. Al-Azhar adalah salah satu bukti yang telah berjalan lebih dari 1100 tahun dengan menjadikan skema-skema zakat dan wakaf sebagai instrumennya," kata dia.

Ketua Dewan Pengawas Syariah Lazis ASFA, Kiai Anang Rikza Masyhadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Al-Azhar atas perannya dalam mendidik generasi muda muslim Indonesia selama ini. "Lebih dari 13 ribu mahasiswa Indonesia sedang belajar di Al-Azhar saat ini. Mereka akan menjadi tokoh, ulama, dan pemimpin umat di masa depan," tutur dia.

Sementara, Ketua Lazis ASFA Muchlis Hasyim Yahya dalam sambutannya, mengaku para alumni Al-Azhar memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa Indonesia. Ia mengatakan, banyak dari mereka yang mendirikan pesantren, memimpin ormas Islam, menjadi tokoh dan ulama, serta peran-peran penting lainnya.

Sekadar informasi, di tempat terpisah, Direktur KMI Pondok Modern Gontor KH Masyhudi Subari, Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Dr KH Sofwan Manaf dan Pimpinan Pondok Modern Tazakka KH Anang Rikza, menerima perpanjangan SK Mu'adalah (penyetaraan) ijazah dengan Al-Azhar Kairo dalam bidang ilmu agama dan sains.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement