Kamis 25 Jan 2024 21:25 WIB

Bukan Hanya Soal Rezeki, Ini yang Membuat Sholat Subuh dan Sunnah Dhuha Istimewa     

Sholat Subuh dan Dhuha mempunyai keutamaan yang besar.

Sholat Dhuha dan Keutamannya. Sholat Subuh dan Dhuha mempunyai keutamaan yang besar
Foto: Republika
Sholat Dhuha dan Keutamannya. Sholat Subuh dan Dhuha mempunyai keutamaan yang besar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sholat Subuh dan sholat sunnah Dhuha sangat penting bagi orang beriman. Penting bukan karena, seperti yang banyak dipersepsikan, sholat Dhuha ada hubungannya dengan mencari rezeki saja, melainkan ia penting karena sumpah Allah SWT dalam Alquran. 

Maka, sungguh bahagia orang-orang beriman yang memulai waktu paginya dengan sholat Subuh berjamaah di masjid, lalu dilanjutkan dengan sholat Dhuha. 

Baca Juga

Allah SWT dalam beberapa ayat bersumpah dengan waktu dhuha. Dalam pembukaan surat As-Syams, Allah SWT berfirman: 

وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا "Demi matahari dan demi waktu dhuha." Bahkan, ada surat khusus di Alquran dengan nama Ad-Dhuha.

Pada pembukaannya, Allah berfirman, "Demi waktu dhuha." Imam Arrazi menerangkan bahwa Allah SWT setiap bersumpah dengan sesuatu, itu menunjukkan hal yang agung dan besar manfaatnya. 

Bila Allah SWT bersumpah dengan waktu dhuha, berarti waktu dhuha adalah waktu yang sangat penting. 

Benar, waktu dhuha adalah waktu yang sangat penting. Di antara doa Rasulullah SAW: 

اللهم بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا Allahumma baarik liummatii fii bukuurihaa. Artinya, "Ya Allah berilah keberkahan kepada umatku di waktu pagi."  

Ini menunjukkan bahwa orang-orang yang aktif dan bangun di waktu pagi (waktu subuh dan dhuha) untuk beribadah kepada Allah dan mencari nafkah yang halal, ia akan mendapatkan keberkahan. 

Baca juga: 5 Pilihan Doa Ini Bisa Jadi Munajat kepada Allah SWT Perlancar Rezeki

Sebaliknya, mereka yang terlena dalam mimpi-mimpi dan tidak sempat sholat Subuh pada waktunya, ia tidak kebagian keberkahan itu. Abu Dzar meriwayatkan sebuah hadis. Rasulullah SAW bersabda: 

 يُصْبِحُ علَى كُلِّ سُلَامَى مِن أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بالمَعروفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ المُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِن ذلكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُما مِنَ الضُّحَى.

"Bagi tiap-tiap ruas anggota tubuh kalian hendaklah dikeluarkan sedekah baginya setiap pagi. Satu kali membaca tasbih (subhanallah) adalah sedekah, satu kali membaca tahmid (alhamdulillah) adalah sedekah, satu kali membaca takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah, menyuruh berbuat baik adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan, semua itu bisa diganti dengan dua rakaat sholat Dhuha.'' (HR Muslim).

Aisyah menceritakan bahwa Rasulullah SAW selalu melaksanakan sholat Dhuha empat rakaat. Dalam riwayat Ummu Hani', ''Kadang Rasulullah SAW melaksanakan sholat Dhuha sampai delapan rakaat.'' (HR Muslim). 

Imam Attirmidzi dan Imam Atthabrani meriwayatkan sebuah hadis yang menjelaskan bahwa bila seseorang melaksanakan sholat Subuh berjamaah di masjid, lalu ia berdiam di tempat sholatnya sampai tiba waktu dhuha, kemudian dia melaksanakan sholat Dhuha, dia akan mendapatkan pahala seperti naik haji dan umrah diterima. Para ulama hadits merekomendasikan hadits ini kedudukannya hasan.

photo
Infografis Menjaga Sholat Dhuha - (Infografis Republika)

 

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement