Sabtu 13 Dec 2025 23:03 WIB

AVI Humanity Galang Rp918 Juta untuk Korban Bencana Sumatera dan Palestina

AVI Humanity berkomitmen untuk bantu warga Palestina.

Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta membersamai AVI Humanity dan warga.
Foto: Erdy Nasrul/Republika
Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta membersamai AVI Humanity dan warga.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN — AVI Humanity bersama Al-Quds Volunteers Indonesia menggelar kegiatan solidaritas kemanusiaan bertajuk Banua Peduli Kemanusiaan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 9–11 Desember 2025. Kegiatan ini ditujukan untuk menghimpun dukungan publik bagi warga terdampak bencana di Sumatera serta untuk bantuan kemanusiaan di Palestina.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara AVI Humanity – Al-Quds Volunteers Indonesia dengan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Muhammad Anis Matta. Pelaksanaan di Kalimantan Selatan menjadi bagian dari upaya konsolidasi jejaring kemanusiaan yang melibatkan institusi pendidikan, lembaga filantropi, dan pemangku kepentingan daerah.

Baca Juga

Rumah Amal Ukhuwah menjadi penggagas utama kegiatan ini, dengan dukungan tiga perguruan tinggi dan dua belas yayasan pendidikan di bawah naungan ShareEdu Indonesia. Dukungan kelembagaan juga diberikan oleh Bank Kalsel dan BAZNAS untuk memperkuat kapasitas penghimpunan donasi.

Selama kegiatan berlangsung, panitia berhasil mengumpulkan donasi publik sebesar Rp918 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk dua fokus utama, yakni bantuan darurat bagi korban bencana di sejumlah wilayah Sumatera serta dukungan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina, sesuai aspirasi yang disampaikan masyarakat Banua.

Direktur AVI, Deni Syahid, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat Kalimantan Selatan. Ia menegaskan bahwa seluruh dana yang dihimpun akan disalurkan secara akuntabel kepada pihak yang membutuhkan.

“Keterlibatan masyarakat menunjukkan komitmen kuat daerah dalam mendukung agenda kemanusiaan, baik di dalam negeri maupun lintas negara,” kata Deni Syahid.

Ia menambahkan, amanah donasi yang diterima menjadi tanggung jawab moral dan institusional yang akan dikelola secara transparan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement