Senin 27 Nov 2023 13:04 WIB

Gus Yahya Tantang Para Tokoh Jadikan Agama Sebagai Solusi Kemanusiaan

Gus Yahya mendorong peran aktif tokoh agama dunia

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan sambutan dalam acara R20 International Summit of Religious Authorities (ISORA) di Jakarta, Senin (27/11/2023). Dalam pertemuan pengampu keagamaan internasional tersebut membahas peran agama dalam mengatasi konflik di Timur Tengah dan ancaman terhadap tatanan internasional khususnya mengenai tragedi kemanusiaan di Gaza, Palestina.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan sambutan dalam acara R20 International Summit of Religious Authorities (ISORA) di Jakarta, Senin (27/11/2023). Dalam pertemuan pengampu keagamaan internasional tersebut membahas peran agama dalam mengatasi konflik di Timur Tengah dan ancaman terhadap tatanan internasional khususnya mengenai tragedi kemanusiaan di Gaza, Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Para pemimpin agama dari berbagai negara menghadiri acara pembukaan R20 International Summit of Religious Authorities (ISORA) yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Park Hyatt Jakarta, Senin (27/11/2023).

Dalam pidato sambutannya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menantang mereka untuk benar-benar menghadirkan agama sebagai solusi terhadap masalah kemanusiaan yang sedang terjadi.

Baca Juga

Dia menjelaskan, pertemuan para pengampu wewenang keagamaan ini diselenggarakan dalam bingkai R20 yang telah diselenggarakan di Bali beberapa waktu lalu. Menurut dia, hal ini telah menjadi kesepakatan dari para pemimpin agama untuk menjadikan R20 ini sebagai gerakan global.

“Kebetulan ini disingkat ISORA. Ini kalau orang Jawa ini menantang, Iso Ra? (Bisa gak?). Jadi, kita menantang para pemimpin agama ini bisakah atau tidak sungguh-sungguh menghadirkan agama sebagai sumber solusi dari masalah-masalah kemanusiaan yang sekarang sedang kita hadapi,” ujar Gus Yahya.

Gus Yahya mengatakan, acara R20 ISORA ini dihadiri 30 orang pemimpin dan pengampu wewenang agama dari berbagai negara di dunia, di antaranya dari Timur Tengah, Amerika, Eropa, dan Afrika. Mereka akan membahas berbagai masalah kemanusiaan yang terjadi di dunia, termasuk masalah konflik Israel-Palestina.

Gus Yahya berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang hadir dan mendukung penyelenggaraan R20 ISORA ini.

“Mudah-mudahan nanti pertemuan ini sungguh-sungguh akan mencapai kesepakatan-kesepakatan tentang apa tindakan-tindakan nyata yang harus dilakukan bersama oleh komunitas-komunitas agama di seluruh dunia terkait masalah-masalah global yang kita hadapi ini,” ujar dia.

Acara R20 ISORA ini dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo sekaligus memberikan arahan kepada para peserta. Selain itu, menurut Gus Yahya, pidato kunci juga akan disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Rabithah 'Alam Islami (Liga Muslim Dunia), Syekh Muhammad bin Abdul Karim Al Issa.

Baca juga: Tujuh Kerugian Ekonomi Zionis Israel Akibat Agresinya di Jalur Gaza

“Dan hadir ini di sini mewakili beliau Direktur Rabithah Alam Islami untuk Indonesia dan Asia, Ambasador Abdurrahman Muhammad Amin Al-Khayyat,” kata Gus Yahya.

Sekali lagi, Gus Yahya berharap tekad bersama dari para pemimpin agama tersebut bisa memberikan jawaban dan jalan keluar dari berbagai masalah kemanusiaan yang ada saat ini.

“Mudah-mudahan mendapatkan ridha dan mencapai semua maksud-maksud baiknya dan kami mohon kepada bapak presiden untuk nanti memberikan pidato kunci arahan untuk pertemuan ini sekaligus membuak secara resmi,” ujar Gus Yahya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement