Rabu 22 Nov 2023 20:43 WIB

Kesedihan Ustadz Yusuf Mansur atas Meninggalnya Syekh Isa Al Herthani dan 55 Keluarganya

Ustadz Yusuf Mansur telah melaksanakan sholat ghaib untuk Syekh Isa Al Herthani.

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil
Kesedihan Ustadz Yusuf Mansur atas Meninggalnya Syekh Isa Al-Herthani dan 55 Keluarganya. Foto:   Ustadz Yusuf Mansur
Foto: Tangkapan Layar Akun IG Yusuf mansur
Kesedihan Ustadz Yusuf Mansur atas Meninggalnya Syekh Isa Al-Herthani dan 55 Keluarganya. Foto: Ustadz Yusuf Mansur

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Seorang relawan Rumah Tahfizh Darul Quran, Syekh Isa Al Herthani yang merupakan warga lokal Palestina, telah syahid dalam pengeboman Zionis Israel. Rumahnya menjadi target serangan udara Israel baru-baru ini.

“Kami, khususnya saya, berduka sekali. 55 anggota keluarga (syahid) sekaligus,” ujar ustadz Yusuf Mansyur kepada Republika, Rabu (22/11/2023).

Baca Juga

“Kami juga sudah melakukan sholat ghaib untuk beliau-beliau sekeluarga di Daqu,” kata ustadz YM.

Dalam penilaian ustadz YM, Syeikh Isa Al Herthani merupakan sosok pemuda Palestina yang sangat mencintai Alquran. Di usianya yang muda sudah menghafal seluruh ayat-ayat Alqur’an, bahkan memiliki santri-santri yang juga sudah menghafal Alquran di bawah bimbingannya.

 

“Syeikh muda dari Palestina ini menyelesaikan tasmi’ bil ghoib 30 juz hanya dalam waktu enam jam pada 2018,” kenang ustadz YM.

“Dia juga dinobatkan menjadi salah satu pengajar terbaik Rumah Tahfizh Daarul Qur’an Gaza, dengan 26 santri berusia 16 tahun yang semuanya hafal Alqur’an 30 juz,” sambung ustadz YM.

Semasa hidupnya, Syeikh Isa juga pernah menjadi Imam Muda Daarul Qur’an di Indonesia. Syeikh Isa Rahimahullah sempat berjelajah dari masjid ke masjid di Indonesia, untuk menjadi imam sholat Tarawih sepanjang Ramadan pada April 2019.

Kemudian dia kembali ke tanah kelahirannya, namun juga tetap menjadi bagian Darul Quran. Syeikh Isa menjadi tim perwakilan Laznas PPPA Daarul Qur’an untuk Palestina.

Sejak pertengahan Oktober Syeikh Isa membantu menyalurkan amanah donasi dari para donatur Laznas PPPA Daarul Qur’an mulai dari tahap satu hingga tahap tiga, dengan total 3.000 jiwa penerima manfaat.

Di awal November, di tengah dedikasinya mendistribusikan bantuan tahap kedua, seorang putri cantik Syekh Isa lahir ke dunia. Ia menyebut putrinya adalah hadiah terindah dari Allah. Ia berharap sang anak menjadi penerus perjuangannya dan para syuhada di Palestina.

Namun bom itu, telah menyebabkan kematiannya dan seluruh anggota keluarganya. Meskipun Syeikh Isa telah syahid, namun akan tetap hidup di hati kita semua sebagai syuhada.

“Dan jangan sekali-kali engkau menyangka orang-orang yang terbunuh (yang gugur Syahid) pada jalan Allah itu mati, (mereka tidak mati) bahkan mereka adalah hidup (secara istimewa) di sisi Tuhan mereka dengan mendapat rezeki.” (QS. Al-Imran ayat 169)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement