Senin 20 Nov 2023 05:55 WIB

Warga Thailand Ikut Tempur Bela Israel Lawan Hamas, tak Heran Ini Ternyata Faktanya

Thailand dan Israel mempunyai hubungan diplomatik yang erat

Rep: Mabruroh, Imas Damayant, Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah
Seorang pekerja Thailand yang tertembak di lututnya dibawa ke rumah sakit setelah dievakuasi dari Israel dan tiba di Bandara Suvarnabhumi di Samut Prakan, Thailand, 12 Oktober 2023.
Foto: EPA-EFE/RUNGROJ YONGRIT
Seorang pekerja Thailand yang tertembak di lututnya dibawa ke rumah sakit setelah dievakuasi dari Israel dan tiba di Bandara Suvarnabhumi di Samut Prakan, Thailand, 12 Oktober 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Warga Negara Thailand di Israel disebut-sebut bergabung bersama tentara zionis Israel dan ikut mengepung Gaza. Alasan Thailand bergabung dan mendukung Israel, adalah karena pekerja migran Thailand yang ikut menjadi korban dalam serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu dan beberapa masih menjadi sandra.

Sejak itu, negara yang memiliki julukan negeri gajah putih itu, menjadi negara ASEAN yang justru ikut mendukung Israel, selain Singapura. 

Baca Juga

Thailand merupakan negara di wilayah Asia Tenggara yang berbentuk monarki Konstitusional, di mana Raja menjadi kepala negara dan Perdana Menteri yang memimpin pemerintahan sehari-hari.

Asal mula Thailand secara tradisional dikaitkan dengan sebuah kerajaan yang berumur pendek, yaitu kerajaan Sukhotai yang didirikan pada 1238. Kerajaan ini kemudian diteruskan kerajaan Ayutthaya yang didirikan pada pertengahan abad ke-14 dan mempunyai wilayah kekuasaan yang lebih besar dibandingkan Sukhotai.

 

Sebuah revolusi tak berdarah pada 1932, menyebabkan perubahan Negara ini menjadi monarki konstitusional. Negara yang semula dikenal dengan Siam ini, mengganti namanya menjadi Thailand pada tahun 1939.

Kerajaan Thai yang lebih sering disebut Thailand dalam bahasa Inggris, dalam bahasa aslinya Mueang Thai adalah sebuah negara di Asia Tenggara yang berbatasan dengan Laos dan Kamboja di timur, Malaysia dan Teluk Siam di selatan, Myanmar dan Laut Andaman di barat.

Pertanian

Thailand saat ini merupakan negara pengekspor terbesar produk pertanian dunia. Ekonomi Thailand bergantung pada ekspor, dengan nilai ekspor sekitar 60 persen PDB, dan dari sekitar 60 persen dari seluruh angkatan kerja Thailand dipekerjakan di bidang pertanian.

Komoditas pertanian yang dihasilkan adalah beras dengan kualitas super, tapioka, karet, biji-bijian, gula, ikan dan produk perikanan lainnya. Thailand adalah produsen sekaligus eksportir terbesar dunia untuk beras, gula, karet, bunga potong, bibit tanaman, minyak kelapa sawit, tapioka, buah-buahan dan lain-lain produk pertanian, termasuk makanan jadi.

Pariwisata

Pariwisata memberikan kontribusi hingga 6 persen dari total ekonomi Thailand. Thailand merupakan negara yang paling banyak dikunjungi di Asia Tenggara pada 2013 menurut Organisasi Pariwisata Dunia. Otoritas Pariwisata Thailand menggunakan slogan Amazing Thailand untuk mempromosikan Thailand secara internasional.

Thailand memiliki daya tarik wisata beragam seperti menyelam, pantai tropis, kehidupan malam, kuil Buddha, museum, situs arkeologis hingga beberapa situs warisan dunia.

Baca juga: Sungai Eufrat Mengering Tanda Kiamat, Bagaimana dengan Gunung Emasnya?

Agama 

Thailand adalah salah satu negara di wilayah Asia Tenggara  yang mayoritas penduduknya adalah beragama Budha. Muslim di negeri gajah putih itu, hanya sekitar 15 persen dan sebagian besar tersebar di provinsi bagian selatan negara itu, tepatnya di Pattani, Yala, Narathiwat, Songkhla Stun.

Islam masuk di Thailand...

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement