Senin 13 Nov 2023 19:11 WIB

6 Propaganda Israel untuk Membenarkan Kejahatan Terhadap Rakyat Palestina

Ada sejumlah propaganda Israel untuk menjadikan dirinya seolah sebagai korban.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah
Warga Palestina membawa korban serangan Israel di Khan Younis, Jalur Gaza selatan.
Foto: EPA-EFE/HAITHAM IMAD
Warga Palestina membawa korban serangan Israel di Khan Younis, Jalur Gaza selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada sejumlah propaganda Israel untuk menjadikan dirinya seolah sebagai korban dari serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Profesor Studi Iran dan Sastra Komparatif di Universitas Columbia di Kota New York, AS Hamid Dabashi menjelaskan setidaknya ada enam hal yang menjadi propaganda Israel.

Pertama, propaganda bahwa situasi di Palestina adalah krisis kemanusiaan. Padahal menurut Dabashi, masalahnya bukan pada itu. Dia mengatakan, apa yang dilakukan rakyat Palestina adalah gerakan pembebasan nasional dan akan tetap seperti itu bahkan jika Israel, Amerika dan Eropa terus berkonspirasi untuk memecah dan membongkarnya menjadi lebih banyak kamp pengungsi.

Baca Juga

"Rakyat Palestina tidak akan melebur ke dalam krisis kemanusiaan. Israel dan AS mungkin akan memaksa mereka masuk ke Mesir, sebagaimana telah memaksa mereka masuk ke Lebanon, Suriah, Yordania, atau sejumlah negara tetangga lainnya. Tapi mereka tidak akan menghilang begitu saja. Mereka akan mendapatkan kembali dan kembali ke tanah air mereka," jelas Dabashi melalui tulisan kolomnya di Middle East Eye, Senin (13/11/2023).

BACA JUGA: Doa Qunut Nazilah untuk Warga Palestina yang Berada dalam Peperangan

 

Kedua, propaganda bahwa BBC dan New York Times adalah contoh terbaik jurnalisme objektif. Padahal tidak demikian menurut Dabashi. Keduanya sangat terkompromikan dan mendiskreditkan mesin propaganda yang melayani proyek penjajahan Israel.

Dabashi menilai dua media tersebut memutarbalikkan setiap berita yang muncul dari Palestina untuk kepentingan Israel. Untungnya, dunia tidak lagi bergantung pada belas kasihan dua kelompok media itu.

"Fakta-fakta yang mencolok dan analisis yang unggul dari para pembuat opini global jauh lebih efektif dibandingkan kolumnis New York Times dan reporter BBC yang berkompromi," ujarnya.

Ketiga, propaganda bahwa pejuang Palestina bersembunyi di antara penduduk sipil. Ini adalah bentuk kepalsuan lain yang dibuat Israel. Menurut Dabashi, Hamas dan pejuang perlawanan Palestina lainnya berakar kuat di hati dan pikiran serta aspirasi rakyat Palestina.

Hamas tidak jatuh dari langit...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement