Ahad 12 Nov 2023 23:15 WIB

Umat Muslim di Bogor Gelar Sholat Ghaib untuk Mujahid Palestina

Selain itu, mengimbau para imam masjid untuk melakukan doa qunut nazilah.

Warga Palestina yang terluka akibat bombardir Israel di Jalur Gaza dibawa ke ruang perawatan Rumah Sakit al Aqsa di Deir al Balah, Jalur Gaza, Jumat, (10/11/2023).
Foto: AP Photo/Adel Hana
Warga Palestina yang terluka akibat bombardir Israel di Jalur Gaza dibawa ke ruang perawatan Rumah Sakit al Aqsa di Deir al Balah, Jalur Gaza, Jumat, (10/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, KABUPATEN BOGOR -- Ratusan umat Muslim menggelar sholat ghaib di Masjid Darussalam Pondok Pesantren Daarul Mizan, Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat untuk mendoakan keselamatan masyarakat Palestina yang menjadi korban agresi Israel, Ahad (12/11/2023).

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mizan Tenjolaya, Kabupaten Bogor Aep Saepudin Muhtar mengungkapkan sholat ghaib dan doa bersama untuk Palestina ini berkolaborasi dengan Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) dengan imam Prof KH Didin Hafidhuddin sebagai ketua BKsPPI.

Baca Juga

"Sholat ghib untuk para mujahid-mujahid yang ada di Palestina, sebagaimana kita ketahui bahwa serangan Israel di Gaza Utara khususnya hampir menewaskan 11 ribu anak-anak dan perempuan yang memang bukan militer," kata pria yang akrab disapa Gus Udin itu.

BACA JUGA: Doa Qunut Nazilah untuk Warga Palestina yang Berada dalam Peperangan

 

Ia berharap, aksi solidaritas umat Muslim ini menjadi langkah kecil yang memberikan semangat terhadap Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan serta mendorong bangsa-bangsa di dunia turut memberikan dukungan.

"Kejahatan perang yang dilakukan Israel merupakan kejahatan perang yang harus disikapi dengan tegas bagi setiap bangsa yang tentunya menjunjung tinggi kemerdekaan," kata Gus Udin yang juga Ketua Bidang Pendidikan dan Pengkaderan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor itu.

Ia menyebutkan sholat ghaib dan doa bersama ini juga dirangkai dengan haul orang tua pimpinan Pondok Pesantren Darul Mizan. Ketua BKsPPI Prof KH Didin Hafidhuddin menyebutkan BKsPPI telah menyatakan sikap atas konflik di Palestina, beberapa di antaranya mengutuk dengan keras penjajahan Israel kepada Palestina atas dukungan dunia barat.

"Kemudian, mengimbau kepada pemerintah Indonesia untuk secara aktif mendesak Israel untuk menghentikan penjajahan atas Palestina. Pemerintah Indonesia juga harus aktif dan nyata melakukan pembelaan dan bantuan atas perjuangan Palestina untuk merdeka dari pendidikan negara penjajah Israel," kata dia.

Ia mengimbau seluruh umat Islam di Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya menyatukan perasaan dan pikiran serta aksi nyata untuk melakukan pembelaan dan bantuan atas Palestina. Ia juga menyerukan berbagai bentuk perlawanan kepada penjajah Israel dalam berbagai forum, seperti khutbah Jumat, aksi, dan acara lainnya.

Selain itu, mengimbau para imam masjid untuk melakukan doa qunut nazilah agar Allah menyelamatkan dan memenangkan para pejuang Palestina untuk mengalahkan penjajah Israel.  

Gus Udin juga mengimbau seluruh umat Islam untuk tidak membiarkan para pejuang Palestina berjuang dan berjihad sendirian, karena Palestina bagian dari umat Islam seluruh dunia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement