Jumat 10 Nov 2023 22:24 WIB

Jawaban Tegas Persis Ketika Hamas Terus Dipojokkan Sebagai Teroris 

Persis ingatkan semua pihak tak sembarangan komentari Hamas.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti, Fuji EP, Rossy Handayani / Red: Nashih Nashrullah
 Militan bertopeng dari Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas. Persis ingatkan semua pihak tak sembarangan komentari Hamas
Foto: AP/Adel Hana
Militan bertopeng dari Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas. Persis ingatkan semua pihak tak sembarangan komentari Hamas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Genosida terhadap rakyat Palestina oleh tentara zionis Israel tak kunjung usai. Dukungan pun terus mengalir kepada bangsa Palestina.

Namun masih ada saja segelintir orang yang berkomentar tidak sesuai dengan fakta soal Palestina. Bahkan hal tersebut dilakukan oleh yang memiliki gelar pendakwah. 

Baca Juga

Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) KH Jeje Zaenudin pun menanggapi masalah ini bahwa setiap orang berkata dan bersikap sesuai kadar pengetahuan dan keimanannya. 

"Jika ada yang mengecam Hamas dan menuduhnya teroris, lalu membenci dan mengampanyekan untuk memusuhinya, itu gambaran batasan pengetahuan dan kepercayaannya,"ujar dia kepada Republika.co.id, Jumat (10/11/2023).

 

Begitu juga mereka yang memandang tidak ada gunanya memboikot produk Yahudi dan tidak ada gunanya melakukan perlawanan fisik, lebih baik melakukan hijrah ke tempat aman, itu juga gambaran pengetahuan dan keyakinannya.

Jadi yang harus diuji itu validitas informasi yang jadi sumber pengetahuan dan kepercayaannya, lalu metode cara orang itu berkesimpulan. 

"Saya kira kebanyakan mereka yang hanya senang mengecam, mendiskreditkan, dan menyalahkan pihak Palestina, mendapat informasi yang keliru atau cara berpikir yang keliru,"ujar dia. 

Sebaiknya orang orang yang tidak setuju kepada Palestina itu berintrospeksi diri terkait informasi yang diperoleh itu sudah lengkap dan sahih. Mereka juga harus memiliki cara menganalisa dan menyimpulkannya dengan benar. 

Dia mengingatkan jangan sembarangan bicara ke publik yang menimbulkan kontroversi dan perpecahan di masyarakat awam. 

Kiai Jeje mengajak masyarakat untuk melihat fakta yang sedang terjadi terutana penderitaan dan kesengsaraan rakyat Palestina yang sudah melampaui batas kemanusiaan. 

Dia juga mengajak masyarakat untuk berpikir bantuan apalagi yang bisa kita berikan kepada mereka secara nyata, tanpa harus kecam sana sini.   

Sementara pada Jumat, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh menegaskan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina atas agresi Israel hukumnya wajib. Sebaliknya, mendukung Israel dan mendukung pendukung Israel hukumnya haram. 

"Mendukung pihak yang diketahui mendukung agresi Israel, baik langsung maupun tidak langsung, seperti dengan membeli produk dari produsen yang secara nyata mendukung agresi Israel hukumnya haram," kata Kiai Niam saat menyampaikan Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina di Kantor MUI.

Baca juga: Mengapa Malaikat Jibril Disebut Ruh Kudus dalam Alquran?

MUI juga merekomendasikan, umat Islam diimbau untuk mendukung perjuangan Palestina, seperti gerakan menggalang dana kemanusian dan perjuangan, mendoakan untuk kemenangan, membaca qunut nazilah, mendoakan para syuhada dan melakukan sholat ghaib bagi umat Islam Palestina yang wafat.

Merekomendasikan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah tegas membantu perjuangan Palestina. Seperti melalui jalur diplomasi di PBB untuk menghentikan perang dan sanksi pada Israel, pengiriman bantuan kemanusiaan, dan konsolidasi negara-negara OKI untuk menekan Israel menghentikan agresi.

"Merekomendasikan, umat Islam diimbau untuk semaksimal mungkin menghindari transaksi dan penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel serta yang mendukung penjajahan dan zionisme," ujar Kiai Niam.    

photo
Tiga Front Perlawanan Palestina - (Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement