Jumat 03 Nov 2023 15:38 WIB

ICMI: Pemimpin Indonesia Butuh 4 Sifat Nabi untuk Wujudkan Transformasi Bangsa

Empat sifat nabi modal yang sangat penting untuk melakukan transformasi sosial.

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Prof Dr Arif Satria meminta pemimpin bangsa punya 4 sifat nabi. (ilustrasi).
Foto: Republika/Prayogi
Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Prof Dr Arif Satria meminta pemimpin bangsa punya 4 sifat nabi. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Bangsa Indonesia membutuhkan SDM dan pemimpin yang memiliki empat sifat kenabian sebagai modal utama untuk terwujudnya transformasi bangsa, yaitu sifat sidik, fathanah, amanah, dan tabligh, demikian disampaikan Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Prof Dr Arif Satria dalam sambutannya di National Leadership Camp (NLC) ICMI pada Jumat (3/11/2023) di Aula Universitas Hasanuddin, Makassar.

"Sifat sidik itu adalah integritas, sebab itu adalah faktor utama yang membuat seseorang mencapai kesuksesan. Ditambah dengan sifat fathanah, kecerdasan berbasis kapabilitas, maka akan menghasilkan sosok luarbiasa seperti Nabi Muhammad dan para nabi lainnya," ujar Arif seperti dalam siaran persnya.

Baca Juga

Menurut dia, tidak mungkin Rasulullah SAW menyusun sebuah desain kemasyarakatan yang luar biasa dahsyatnya tanpa memiliki kecerdasan atau kapabilitas yang hebat. "Selanjutnya, ketika integritas bertemu dengan fathanah, maka lahir sifat amanah, sifat saling percaya yang merupakan komponen penting dalam high class society, seperti dikatakan oleh Fukuyama bahwa kemajuan sebuah bangsa yang memiliki high class society memudahkan mereka saling silaturahim," kata Arif.

Sesudah terjadi silaturahim, berlanjut prosesnya menjadi kolaborasi substansial dimana hubungan berorientasi pada saling memberikan kebaikan, dan akhirnya menjadi inovasi dan itulah dasar dari sebuah kemajuan ekonomi. "Semakin tinggi inovasi, semakin tinggi ekonomi," ujar Arif yang juga rektor IPB itu.

Sifat Nabi selanjutnya yang harus dimiliki adalah tabligh, yaitu justifikasi dan legitimasi untuk menyampaikan, menginspirasi, dan menyampaikan sesuatu. "Untuk menjadi pembicara atau pemimpin ispiratif, tentu saja dasar integritas, kapabilitas dan saling percaya satu sama lain. Oleh karena itu, kita berikan di sini (NLC dan Silaknas) adalah para narasumber dari orang-orang yang memiliki integritas, kapabilitas dan amanah," kata Arif.

Arif juga menegaskan, empat sifat nabi tadi adalah modal yang sangat penting untuk melakukan transformasi sosial, memberdayakan masyarakat dan perubahan sosial. "Dan ingat, transformasi terjadi karena inovasinya dinamis, dan pada era ini kita perlu implementasikan tiga kata kunci ini, yaitu new mindset (mengubah cara berpikir baru), new behaviour (perubahan perilaku baru), dan new technic (cara-cara kerja yang baru)," kata Arif.

ICMI akan selalu hadir untuk memberikan solusi dan kontribusi terbaik bagi bangsa Indonesia. ICMI yang berlandaskan keislaman dan keindonesiaan berbasis kecendekiaan akan selalu berperan aktif mendorong kebaikan untuk bangsa dan negara.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement