Sabtu 28 Oct 2023 15:43 WIB

Kata Ketua Fraksi PKS di DPR Soal Palestina

Ketua F-PKS DPR: Indonesia bersolidaritas terhadap rakyat Palestina.

Massa dari ormas islam dan ormas kepemudaan yang tergabung dalam Komite Solidaritas Palestina (Kita Palestina) menggelar aksi damai bela Palestina di depan Gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indoesia, Jakarta, Sabtu (28/19/2923) Aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat Palestina ditengah konflik perang antara tentara pejuang Palestina Hamas dan Israel yang terjadi pada 7 Oktober lalu hingga saat ini. Mereka menolak segala bentuk penjajahan yang dilakukan Israel terhadap masyarakat Palestina. Untuk diketahui, jumlah korban warga Palestina dalam konflik tersebut mencapai 7.326 korban jiwa dan 3.038 diantaranya merupakan anak-anak.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Massa dari ormas islam dan ormas kepemudaan yang tergabung dalam Komite Solidaritas Palestina (Kita Palestina) menggelar aksi damai bela Palestina di depan Gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indoesia, Jakarta, Sabtu (28/19/2923) Aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat Palestina ditengah konflik perang antara tentara pejuang Palestina Hamas dan Israel yang terjadi pada 7 Oktober lalu hingga saat ini. Mereka menolak segala bentuk penjajahan yang dilakukan Israel terhadap masyarakat Palestina. Untuk diketahui, jumlah korban warga Palestina dalam konflik tersebut mencapai 7.326 korban jiwa dan 3.038 diantaranya merupakan anak-anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan bahwa aksi bela Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Sabtu, sebagai bentuk solidaritas bangsa Indonesia terhadap nasib rakyat Palestina yang menghadapi serangan Israel.

"Rakyat Palestina tidak sendirian. Kami berdiri di belakang rakyat Palestina hingga meraih kemerdekaannya. Apa yang terjadi di Gaza, sakit dan kepedihan yang mereka rasakan, juga sangat dirasakan rakyat Indonesia," kata Jazuli dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (28/10/2023).

Baca Juga

Menurut dia, untuk bisa merasakan penderitaan rakyat Gaza Palestina tidak harus menjadi umat Islam sebab masalah Palestina adalah masalah kemanusiaan

"Masalah hak asasi manusia, hak hidup, hak merdeka, dan hak lepas dari penjajahan, pembunuhan serta penindasan dari kebiadaban penjajah Israel," ujar Wakil Presiden Forum Anggota Parlemen Muslim Dunia itu.

 

Dia lantas menyerukan sudah saatnya Palestina mendapatkan kemerdekaannya yang telah dirampas sejak 1948.

"Dan Indonesia punya hutang sejarah. Dunia punya hutang sejarah. Seluruh umat manusia di dunia punya hutang sejarah terhadap rakyat Palestina," ucapnya.

Jazuli pun berharap aksi solidaritas global untuk kemerdekaan bangsa Palestina terus digelorakan.

"Katakan bahwa kita tidak berhenti mendukung kemerdekaan Palestina dengan segala upaya. Kekejaman Israel harus dihentikan," ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, Israel sepatutnya diadili di Mahkamah Internasional sebagai penjahat perang dan pelaku genosida.

"Kita semua cinta perdamaian. Kita semua tidak ingin ada pertumpahan darah diantara umat manusia. Dan, satu-satunya jalan menghadirkan perdamaian dunia adalah mewujudkan kemerdekaan bangsa Palestina dan menghentikan kebiadaban Israel," kata Jazuli.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement