Kamis 05 Oct 2023 22:19 WIB

Mahfud MD: Prinsip Baznas Aman NKRI Dukung Pengentasan Kemiskinan

Baznas akan maksimalkan pengelolaan zakat.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Erdy Nasrul
Logo Baznas.
Foto: blogspot.com
Logo Baznas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menutup secara resmi agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Baznas 2023 di Jakarta, Jumat (22/9/2023). Dalam kesempatan ini, dia memberikan pandangan soal pengentasan kemiskinan.

Prinsip 3A Baznas, yakni Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI menjadi cara untuk mengentaskan kemiskinan. Mahfud memberi contoh tentang Aman NKRI yang telah terbukti menyejahterakan masyarakat sejak dulu.

Baca Juga

Mahfud mengatakan, ketika Indonesia belum merdeka, jumlah rakyat miskin mencapai 95 persen karena penjajahan. Angka itu terus menurun ketika Indonesia telah merdeka. Dia menjelaskan, saat Indonesia belum merdeka, 95 persen rakyat Indonesia berada dalam kemiskinan. Tetapi begitu NKRI ada, selama 20 tahun hingga pada 1965, jumlah orang miskin itu 56 persen.

"Berarti 40 persen orang Indonesia menjadi tidak miskin dalam waktu 20 tahun Indonesia merdeka," jelasnya.

Berlanjut ke era Presiden Soeharto yang selama 32 tahun, mampu mengentaskan 35 persen kemiskinan hingga tersisa 18 persen kemiskinan. Di zaman reformasi, digenjot lagi sehingga angka kemiskinan pada tahun 2014, menjadi 11,7 persen. Sekarang, angka kemiskinan terus mengalami penurunan hingga 9,3 persen.

"NKRI benar-benar telah mampu mengentaskan sebagian besar rakyat Indonesia dari kemiskinan. Karena itu, kita harus komitmen menjaga NKRI, harus kokoh," ucap Mahfud MD.

Baznas merupakan salah satu upaya dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Dia mengucapkan selamat atas suksesnya penyelenggaraan Rakornas tersebut, dan diharapkan dapat diimplementasikan oleh Baznas daerah di tempatnya masing-masing.

"Saya mengucapkan selamat atas diselenggarakannya Rakornas ini. Mudah-mudahan kerja BAZNAS dari pusat hingga daerah menjadi lebih produktif," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Baznas RI Noor Achmad, menyambut baik arahan dari Menko Polhukam tersebut. Menurutnya, Baznas sering dilibatkan oleh Kemenko Polhukam dalam membantu masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah.

"Ini penting karena Baznas tidak hanya bekerja sama dengan kementerian tertentu, namun juga sangat strategis bekerja sama dengan Kemenko Polhukam. Kenapa? karena BAZNAS ikut serta dalam menyelesaikan persoalan ekonomi masyarakat," kata Noor.

Dukungan yang positif dari Menko Polhukam, diharapkan dapat meningkatkan peran Baznas untuk terus bekerja maksimal membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Dorongan Prof. Dr. KH. Mahfud MD sangat luar biasa. Baznas RI tetap kuat dan perkembangannya bangus, karena jasa beliau. Jadi kami ucapkan banyak terima kasih. Tahun 2024, Baznas menargetkan penerima manfaat 64 juta, dengan target Baznas dan LAZ seluruh Indonesia sebesar Rp 41 triliun. Semoga dapat terwujud," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement