Senin 02 Oct 2023 11:52 WIB

Silatnas Wahdah Islamiyah Jadi Ajang Penguatan Ukhuwah

Silatnas diharapkan memberi motivasi besar dan kader memiliki semangat juang tinggi.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah KH. Muhammad Zaitun Rasmin dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas ke-2), Ahad (1/10/2023).
Foto: Wahdah Islamiyah
Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah KH. Muhammad Zaitun Rasmin dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas ke-2), Ahad (1/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Dewan Pengurus Pusat Wahdah Islamiyah sukses menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas ke-2) yang dihadiri oleh puluhan ribu kader Wahdah Islamiyah di berbagai wilayah di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.

Silatnas tahun ini mengangkat tema “Dengan Ukhuwah dan Tarbiyah Kuatkan Dedikasi Kader Wahdah Islamiyah” yang diselenggarakan secara online melalui zoom meeting, Ahad (1/10/2023).

Baca Juga

Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, KH. Muhammad Zaitun Rasmin, memaparkan alasan tentang pentingnya silatnas ini karena tugas islahul ummah yang tidak ringan, dan hal ini merupakan cita-cita besar dari lembaga kita.

"Cita-cita besar kita sebagai lembaga adalah bagaimana mewujudkan khairu ummah (umat yang terbaik), apalagi jumlah kaum muslimin di dunia yang begitu besar, maka seharunya hal ini dapat kembali diwujudkan sebagaimana dahulu para generasi terbaik mampu mewujudkannya," ujar Zaitun Rasmin dalam siaran persnya kepada Republika, Senin (12/9/2023).

Ustadz Zaitun juga menegaskan bahwa khairu ummah dapat terwujud jikalau kita memiliki kader-kader yang berkualitas melalui pembinaan yang maksimal, sehingga perjuangan ini terus dapat dilanjutkan.

"Untuk sampai kepada khairu ummah maka harus dilakukan secara bertahap, yakni melahirkan kualitas diri yang baik, dan berukhuwah yang kuat serta pengorganisasian yang baik. Perjuangan ini hanya bisa diusung oleh kader-kader berkualitas, dan ini dapat terwujud dengan pembinaan yang maksimal melalui halaqah-halaqah tarbiyah dan juga majelis-majelis ilmu," kata dia.

"Kepada seluruh kader Wahdah Islamiyah harus menjadi kader-kader berkualitas, bukan hanya pada dirinya tetapi juga terhadap keluarganya," tambah Ustadz Zaitun.

Wantim MUI Pusat tersebut berpesan agar pemikiran tentang pentingnya jumlah harus ada dibenak para kader Wahdah. Perjuangan dakwah tidak bisa dipikul sendirian sehingga membutuhkan jamaah untuk memudahkan gerakan islahul ummah.

"Salah satu tanda kader berkualitas adalah berpikir untuk menambah jumlah kader yang mengikuti jalan dakwah ini. Jumlah kader adalah persoalan waktu saja, sebagaimana dalam sejarah dakwah Nabi yang dari jumlah beberapa orang, hingga puluhan, ratusan dan bahkan ribuan. Yang terpenting adalah kita berada dijalan yang benar dan konsisten di atasnya," katanya.

Ustadz Zaitun juga menceritakan bahwa berada pada sebuah jamaah sangat penting yang memiliki semangat juang yang tinggi, karena setiap kita yang berada di jamaah adalah sebuah aset, yang dimana setiap amal kebaikan yang dikerjakan dalam jamaah juga akan tercatat bagi diri kita.

"Mudah-mudahan dengan silatnas ini dapat memberi motivasi yang besar, apalagi dengan kondisi masyarakat hari ini. Dibutuhkan upaya yang sangat besar baik secara kultural dan struktural untuk memperbaiki masyarakat dan bangsa," ujar Ustadz Zaitun.

Berkaitan dengan tema silatnas pentingnya merajuk ukhuwah bagi para kader, hadir Ketua Dewan Syariah Ustaz Muhammad Yusran Anshar, yang menyampaikan tiga poin penting bagi seorang mukmin dalam merajut ukhuwah.

Tiga poin ini adalah pertama, setiap manusia bertanggung jawab untuk terus memperbaiki hubungannya dengan Allah (kualitas persaudaraan kita sangat tergantung dengan kekuatan iman kita kepada Allah). Kedua, menunaikan hak-hak saudara kita (mencintai mereka dan merasakan apa yang mereka rasakan). Ketiga, menghindari hal-hal yang bisa merusak hubungan antarsesama Muslim dengan termasuk juga terkait persoalan hati.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement