Kamis 12 Feb 2026 16:05 WIB

MUI: Perbedaan Awal Ramadhan Tanda Kematangan Umat Islam

KetumMUI menegaskan perbedaan hisab dan rukyat tak perlu dipersoalkan berlebihan.

Sejumlah umat Islam membaca Alquran surat Yasin pada Malam Nisfu Syaban di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (2/2/2026). Malam Nisfu Syaban momentum spiritual bagi umat Islam untuk muhasabah atau instropeksi diri dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H.
Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Sejumlah umat Islam membaca Alquran surat Yasin pada Malam Nisfu Syaban di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (2/2/2026). Malam Nisfu Syaban momentum spiritual bagi umat Islam untuk muhasabah atau instropeksi diri dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar menilai potensi perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan di Indonesia merupakan bagian dari dinamika ijtihad yang menunjukkan kematangan tradisi keilmuan Islam di Indonesia.

Menurut Anwar, perbedaan tersebut tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan karena masing-masing memiliki dasar metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan secara syar’i.

Baca Juga

“Potensinya, ya, tetap ada dan kita hormati. Itu tidak bisa sampai akhir zaman, ya, perbedaannya tetap ada dan tidak masalah. Itu bagian dari ijtihad,” ujar Kiai Anwar, sapaannya, Kamis (12/2/2026).

Ia menegaskan, ruang untuk berbeda dalam persoalan seperti penentuan awal Ramadhan memang terbuka dalam Islam. Karena itu, umat diminta menyikapi perbedaan dengan sikap saling menghormati.

Kiai Anwar mencontohkan, selama ini perbedaan biasanya terjadi antara ormas Islam yang menggunakan metode hisab maupun rukyat. Mayoritas umat mengikuti keputusan sidang isbat pemerintah.

“Ada yang mengikuti isbat pemerintah dan itu mayoritas. Ada juga ormas yang berbeda dan itu kita hormati. Bahkan dalam lingkup pesantren atau organisasi yang sama pun bisa saja berbeda,” katanya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement