REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Maroko merupakan salah satu negara di Afrika Utara yang begitu kaya akan budaya dan tradisi keislaman. Masyarakat kerajaan tersebut menganggap seni musik sebagai bagian dari identitas mereka. Pertunjukan musik tradisional dapat ditemukan di setiap wilayah negeri itu, semisal Rabat, Sale, Fez, Marrakech, dan Essaouira.
Negara berpenduduk mayoritas Muslim itu memiliki tradisi musik sufi yang bernama Gnawa. Dengan hanya beberapa instrumen, Gnawa mampu menciptakan irama yang mengasyikkan. Pertunjukan kesenian ini biasanya diiringi syair yang berisi petuah-petuah bijak atau kisah dongeng.
Dalam sejarahnya, Gnawa mula-mula dibawa komunitas Muslim Afrika. Seiring zaman, bentuk tradisi ini menjadi bagian dari kebudayaan Maroko. Dalam membawakan Gnawa, para musisi kerap mengenakan pakaian berwarna-warni.
Musik Gnawa mengandung syair puisi dan musik tradisional, serta diiringi dengan tarian. Para pemain musik Gnawa akan membawa para penontonnya ke dalam perjalanan spiritual lewat permainan genburi. Instrumen itu berbentuk serupa kecapi dengan tiga senar. Musisi Gnawa juga menggunakan alat musik lain yang disebut krakebs atau karkabat.
Sejak berabad-abad silam, tradisi Gnawa selalu identik dengan tradisi sufi. Belum lama ini, budaya Maroko tersebut telah dimasukkan dalam daftar Warisan Budaya versi UNESCO, tepatnya pada 2019 lalu.
Tradisi ini diketahui telah muncul sejak abad ke-16. Pada mulanya, Gnawa mengekspresikan kepercayaan nenek moyang Afrika. Ketika bangsa Arab datang ke Afrika Utara, unsur-unsur Islam pun meliputinya.
Awalnya, tradisi ini hanya dipraktikkan oleh kelompok masyarakat budak. Sejak 1997, pemerintah setempat kian mendukung eksistensi Gnawa, misalnya, melalui keikutsertaan dalam festival seni di Essaouira, Maroko.
Essaouira sendiri merupakan kota kecil di pesisir pantai Maroko yang menghadap Samudra Atlantik. Wilayah ini dijuluki sebagai “Kota Perdagangan Angin.” Dengan adanya festival kesenian tersebut, kota ini telah mampu menarik gelombang penggemar tradisi musik Gnawa dari seluruh dunia.
Dahulu, grup musik Gnawa cukup jarang diketahui atau bahkan terpinggirkan. Namun, saat ini tradisi sufi tersebut mampu menarik perhatian seluruh dunia. Sebab, berbagai genre musik dapat dipadukan dengannya. Sebagai contoh, penampilan grup musik Gnawa di festival seni Essaouira.
Di sana, tampil musisi jazz seperti Pat Metheny, Didier Lockwood, dan Marcus Miller. Mereka menggabungkan genre Gnawa dengan blues serta jazz.
Sebelumnya, musik Gnawa juga menarik perhatian beberapa musisi terkenal dunia. Sebut saja, dua bintang rock ini, Jimi Hendrix dan Mick Jagger. Bahkan, mereka disebut-sebut terpengaruh aliran musik Gnawa. Atas dasar itu, Maroko juga dikenal sebagai negeri dengan “musik yang tersembunyi.”
Jumlah grup musisi Gnawa terus tumbuh, baik di perdesaan maupun kota-kota besar Maroko. Kelompok Gnawa bahkan membentuk asosiasi dan membuat festival rutin tahunan. Tujuannya antara lain mengajak generasi muda untuk mengenal lebih jauh tradisi ini.
Sekarang, musisi dari berbagai belahan dunia tidak sedikit yang datang ke Maroko untuk belajar memainkan alat musik guenbri. Meskipun terkendala bahasa, para musisi lokal berhasil mengatasinya dengan cara menunjukkan cara bermain alat musik Gnawa tersebut.




