Kamis 21 Sep 2023 12:41 WIB

Luncurkan TOT Pengajar Alquran Isyarat, Baznas Beri Perhatian pada Teman Tuli

Pembukaan Rakornas Baznas menghadirkan Paduan Suara Teman Tuli

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Training of Trainer (TOT) bagi pengajar Alquran bahasa isyarat. Peluncuran program ini diresmikan oleh Wakil Presiden RI KH. Maruf Amin sekaligus pembukaan kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2023, Rabu (20/9/2023) di Hotel Sultan Jakarta.
Foto: dok Baznas
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Training of Trainer (TOT) bagi pengajar Alquran bahasa isyarat. Peluncuran program ini diresmikan oleh Wakil Presiden RI KH. Maruf Amin sekaligus pembukaan kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2023, Rabu (20/9/2023) di Hotel Sultan Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Training of Trainer (TOT) bagi pengajar Alquran bahasa isyarat. 

Peluncuran program ini diresmikan oleh Wakil Presiden RI KH. Maruf Amin sekaligus pembukaan kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2023, Rabu (20/9/2023) di Hotel Sultan Jakarta.

Dalam pembukaan Rakornas Baznas 2023 tersebut juga ditampilkan kelompok paduan suara Teman Tuli yang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan bahasa isyarat.

Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad menyampaikan bahwa kelompok disabilitas perlu mendapatkan perhatian khusus. Oleh karena itu, dalam kesempatan tersebut mereka diberi kesempatan untuk tampil.

"Kami meluncurkan program TOT bagi para pengajar yang akan mengajari bahasa isyarat membaca Alquran. Tujuannya agar disabilitas tuli, yang jumlahnya lebih dari 2,5 juta orang ini, bisa membaca Alquran dengan bahasa isyarat," ujar Kiai Noor.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Tuli Muslim Indonesia (ATMI) Rama Syahti mengatakan, ia dan teman-teman tuli diundang tampil dalam acara ini dengan harapan bisa menyosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya bahasa isyarat.

"Kami ingin Baznas, pemerintah, dan juga masyarakat menyadari bahwa teman-teman tuli membutuhkan akses pada bahasa isyarat," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga sangat mendukung program TOT pengajar Alquran bahasa isyarat yang diluncurkan Baznas dalam kesempatan Rakornas BAZNAS 2023.

Mushaf Alquran bahasa isyarat diproduksi oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Balitbang Diklat Kemenag. Mushaf ini bertujuan memberikan afirmasi layanan keagamaan kepada teman-teman tuli. Mushaf ini ada pertama kali di Indonesia bahkan dunia. 

Sebelumnya, LPMQ Kemenag juga telah mengeluarkan Mushaf Alquran Braile yang diperuntukkan bagi kelompok difabel netra.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement