Selasa 12 Sep 2023 22:54 WIB

Haedar Nashir Ingin Capres-Cawapres Punya Perhatian masalah Sampah

Haedar Nashir jelaskan, perhatian serius terhadap masalah sampah sangat penting.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menginginkan calon presiden dan calon wakil presiden, calon kepala daerah, hingga calon anggota legislatif mendatang memiliki perhatian serius pada masalah sampah dan keselamatan lingkungan.

"Bukan untuk pencitraan, tapi untuk dipikirkan serius dan menjadi bahan kebijakan nasional yang menyeluruh," kata Haedar melalui keterangan resmi di Yogyakarta, Senin.

Baca Juga

Menurut Haedar, perhatian serius terhadap masalah sampah sangat penting karena lingkungan hidup dan ekosistem dari berbagai aspek mengalami kerusakan sehingga menjadi ancaman besar bagi masa depan Indonesia.

Haedar menuturkan di kota maupun desa di Indonesia, di sungai-sungai, irigasi, dan got-got setiap kampung dan kota, apalagi sekitar pasar dijumpai sampah menumpuk berserakan tidak karuan, disertai bau menyengat, serta menebar pencemaran yang merusak kesehatan.

"Sungai besar maupun kecil tidak indah lagi, lebih-lebih di musim kemarau. Sungai berubah dari aliran air ke aliran sampah. Sungai identik dengan tempat pembuangan sampah. Sangat memprihatinkan dan mengerikan," ujar Haedar Nashir.

Akar masalah dari persoalan sampah itu, menurut dia, bermula dari sikap hidup manusia atau warga masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Tempat pembuangan sampah yang sudah diklasifikasi berdasarkan jenis bahan sampah pun, kata dia, hanya bagian teknis yang berjalan di sebagian lingkungan saja.

"Selebihnya orang terbiasa membuang sampah sekehendaknya. Lebih - lebih sampah plastik yang membanjiri lingkungan, meski sejumlah kota mulai menerapkan bebas plastik," kata Haedar.

Karena itu, lanjut Haedar, penanganannya perlu dimulai dari setiap diri seluruh warga bersama elite bangsa untuk mengelola sampah mulai dari rumah dengan baik dan tidak membuang sampah semaunya.

Lebih jauh, kata dia, perlu dikembangkan sistem pengelolaan sampah yang terbaik dan menyeluruh di seluruh sudut negeri.

"Perpaduan sikap hidup manusia dan sistem akan menyelamatkan kehidupan bersama," kata Haedar.

Akan tetapi, menurut dia, sebagus apa pun tempat pembuangan sampah yang dibuat, manakala penduduknya jorok dan tetap sembarangan membuang sampah maka urusan sampah akan tetap bermasalah.

"Lingkungan dimana kita tinggal dan hidup adalah satu-satunya tempat milik kita yang harus diselamatkan," kata dia.

Dia mengatakan bumi dengan seluruh lingkungan dan ekosistemnya hanya satu-satunya tempat manusia hidup, meski Elon Musk berniat membuka lahan baru di Mars, nantinya planet itu juga dirusak.

 

"Jangan sampai peringatan David Wallace-Wells, seorang jurnalis Amerika Serikat tentang 'The Uninhabitable Earth' terjadi di kehidupan nyata. Bumi yang tidak lagi dapat dihuni," ujar Haedar Nashir.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement