Selasa 30 May 2023 05:59 WIB

Tahukah Anda Jika Muslim dan Unta Berperan Penting dalam Berdirinya Australia?

Pembangunan Australia modern tak lepas dari peran Muslim dan unta

Rep: Umar Mukhtar / Red: Nashih Nashrullah
Sebuah sudut di Kota Melbourne, Australia. Pembangunan Australia modern tak lepas dari peran Muslim dan unta
Foto:

Contohnya adalah Undang-Undang tahun 1895 yang melarang orang-orang Ghans menambang tambang emas di Australia Barat, serta Undang-Undang Pembatasan Imigrasi atau yang dikenal sebagai "Kebijakan Australia Putih", menolak memberi mereka kewarganegaraan.

Undang-undang ini berlaku dari 1901 sampai 1958. Mereka yang melakukan perjalanan untuk mengunjungi keluarganya di luar Australia, ditolak masuk lagi ke Australia dengan berbagai dalih dan alasan.

Setelah tersedia jalan beraspal dan truk, era Ghans berakhir. Beberapa dari mereka kembali ke kampung halamannya. Sebagian yang lain tetap menjalani sisa hari mereka dengan tenang di kota mereka, dekat masjid, tempat mereka dirawat, dan dimakamkan di pekuburan Muslim di Australia, oleh generasi muda muslim dari anak-anak dan keturunannya.

Dengan penyebaran mesin dan mobil pada 1930-an Abad 20, unta tidak lagi dibutuhkan. Ribuan unta dilepaskan ke alam liar, tanpa adanya hewan untuk memangsa unta tersebut. Akhirnya, jumlah unta berlipat ganda. Bahkan lebih dari sekitar satu juta unta. Saat berkeliaran, jumlah unta dalam kawanan bisa sampai ratusan atau bahkan ribuan.

Unta-unta itu meminum air dalam jumlah banyak, yang dapat berkontribusi pada kekeringan. Untuk memuaskan dahaganya, unta-unta itu bisa menghancurkan harta benda dan tangki air di daerah pemukiman. Pada 2009, sempat terjadi kawanan 6.000 unta mengepung kota "Alice Springs" di Australia utara.

Pemerintah kemudian mengalokasikan 19 juta dolar Australia untuk program pengurangan jumlah unta liar, termasuk menembak mereka dari helikopter. Untuk mencoba mengendalikan populasi unta yang tumbuh, pada 2007 para pemburu dikontrak untuk membunuh 100 unta per pekan.

Di beberapa area, eksekusi adalah satu-satunya pilihan. Dalam kasus lain, sebagian besar unta diekspor ke negara-negara Asia Tenggara, tempat mereka disembelih. Pada  2020, otoritas Australia mengeksekusi lebih dari 5.000 unta, karena tingginya jumlah unta liar di tengah kekeringan yang meluas.

 

Sumber: arabicpost  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement