Rabu 07 Jan 2026 16:16 WIB

Prabowo Perintahkan Bersih-Bersih Haji, Wamenhaj: Tangkap Siapa pun yang Bermain Rente

Presiden menghendaki Kemenhaj nol toleransi terhadap korupsi dan rente.

Rep: Muhyiddin,/ Red: A.Syalaby Ichsan
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Foto: Muhyiddin / Republika
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan komitmen penuh Kementerian Haji dan Umrah dalam menjalankan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto untuk melakukan bersih-bersih tata kelola negara, termasuk sektor perhajian.

Hal itu disampaikan Dahnil merespons arahan Presiden Prabowo dalam Taklimat Awal Tahun bersama Presiden dan jajaran Kabinet di Hambalang, Bogor. Menurut Dahnil, dari berbagai arahan Presiden, terdapat satu pesan utama yang berulang kali ditekankan, yakni keseriusan Presiden dalam memberantas praktik korupsi dan rente.

Baca Juga

“Presiden Prabowo sangat serius dalam upaya bersih-bersih pengelolaan negara. Khusus di bidang perhajian yang saya tangani bersama Gus Irfan, Presiden berulang kali menegaskan bahwa beliau menginginkan pengelolaan haji yang bersih,” ujar Dahnil dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (7/1/2026).

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Ia menegaskan, Presiden secara eksplisit menghendaki Kementerian Haji dan Umrah menjadi kementerian dengan nol toleransi terhadap korupsi, rente, maupun praktik amoral lainnya yang mencederai amanah pelayanan jamaah.

“Presiden ingin Kementerian Haji dan Umrah menjadi salah satu kementerian yang nol korupsi, atau zero tolerance terhadap praktik rente, praktik korupsi, maupun praktik amoral lainnya,”ucap dia.

Dahnil menjelaskan, saat ini proses persiapan penyelenggaraan haji berada pada fase krusial, khususnya pada tahapan pengadaan layanan yang rawan disusupi kepentingan tidak sehat. Dari pengadaan katering, akomodasi, transportasi, hingga kerja sama dengan syarikah.

“Sekarang ini kita berada di titik-titik kritis. Proses pengadaan katering, akomodasi, transportasi, hingga sebelumnya pengadaan syarikah sedang dan sudah berlangsung, dan di fase-fase inilah potensi rente dan korupsi bisa terjadi,”kata dia.

photo
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat awal tahun di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). - (Republika/Prayogi)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement