Kamis 20 Apr 2023 16:26 WIB

Jubir Gontor Jelaskan Dasar Penetapan 1 Syawal 1444 H pada 21 April 2023

Gontor tak mengecilkan dan menyepelekan perbedaan Idul Fitri oleh dua ormas Islam.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Erik Purnama Putra
Pelajar Pondok Modern Darussalam Gontor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Foto: Dok Gontor
Pelajar Pondok Modern Darussalam Gontor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Juru Bicara Pondok Modern Darussalam Gontor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Ustadz Noor Sahid membenarkan, pihaknya telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah jatuh pada Jumat (21/4/2023). Penetapan Hari Raya Idul Fitri tersebut sama dengan hitungan Muhammadiyah.

Menurut Ustadz Noor, salah satu pertimbangan Gontor adalah keyakinan bahwa 1 Syawal 1444 Hijriyah jatuh pada pada 21 April 2023. "Pertimbangannya, keyakinan bahwa besok (Jumat) sudah Idul Fitri," kata Ustadz Noor saat dikonfirmasi Republika.co.id dari Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/4/2023).

Baca: Ustaz Yusuf Mansur Lebaran Jumat

Ustadz Noor menjelaskan, penetapan 1 Syawal 1444 H diambil dengan tidak mengecilkan, merendahkan, dan menyepelekan perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri oleh dua ormas Islam yang sama-sama fanatik, ta'assub. Meskipun akhirnya Gontor sama dengan salah satu pendapat ormas dimaksud, Ustadz Noor menegaskan, hal itu bukan berarti mendukung.

"Tetapi ikhlas keluar dari perbedaan (alkhuruuj minal khilaf)," ujarnya menegaskan.

Sebelumnya, Tim humas Pondok Modern Darussalam Gontor, Ustadz Riza Azhari juga membenarkan penetapan 1 Syawal 1444 Hijriyah jatuh pada 21 April 2023. Putra dari almarhum KH Abdullah Syukri Zarkasyi itu menerangkan, dasar pertimbangannya karena pimpinan ponpes biasanya mengikuti kebijakan Pemerintah Arab Saudi dalam menetapkan Lebaran.

"Dasar pertimbangannya biasanya pimpinan mengikuti Pemerintah Saudi (Arabia)," ujar Ustadz Riza.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement