Jumat 14 Apr 2023 11:57 WIB

Minneapolis, Kota Besar AS Pertama yang Izinkan Kumandang Adzan Lima Kali Sehari

Dewan Kota Minneapolis dengan bulat memilih mengubah peraturan kebisingan kota.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Muadzin di Masjid Minneapolis, Minnesota, AS. Minneapolis, Kota Besar AS Pertama yang Izinkan Kumandang Adzan Lima Kali Sehari
Foto: VOA
Muadzin di Masjid Minneapolis, Minnesota, AS. Minneapolis, Kota Besar AS Pertama yang Izinkan Kumandang Adzan Lima Kali Sehari

REPUBLIKA.CO.ID, MINNEAPOLIS -- Pemerintah Kota Minneapolis menjadi kota besar Amerika Serikat (AS) pertama yang mengizinkan siaran adzan tanpa batas. Kebijakan baru ini memungkinkan adzan disuarakan melalui pengeras suara lima kali sehari, sepanjang tahun.

Dewan Kota Minneapolis, dengan suara bulat, memilih mengubah peraturan kebisingan kota. Aturan tersebut telah mencegah suara adzan pagi dan malam pada waktu-waktu tertentu dalam setahun karena terjadi di saat pembatasan kebisingan yang lebih ketat diberlakukan.

Baca Juga

"Konstitusi tidak tidur di malam hari. Minneapolis harus menunjukkan kepada dunia bahwa negara yang didirikan berdasarkan kebebasan beragama menepati janjinya," kata Direktur Eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) Minnesota Jaylani Hussein, dikutip di Charlotte Observer, Jumat (14/4/2023).

Pemungutan suara yang dilakukan Kamis (14/5/2023) seolah menandai puncak dari upaya selama bertahun-tahun untuk memungkinkan lebih banyak seruan sholat disiarkan di Minneapolis. Di kota ini, populasi imigran Afrika Timur yang berkembang pesat menyebabkan masjid menghiasi lanskap.

 

Tiga anggota dewan, Aisha Chughtai, Jeremiah Ellison, dan Jamal Osman, diidentifikasi sebagai Muslim. "Dalam anggota dewan berisi 13 orang, itu kaukus nyata," kata Ellison sebelum pemungutan suara 12-0 (Anggota Dewan Andrew Johnson tidak hadir).

Tidak hanya menghasilkan suara bulat, keputusan tersebut juga tidak menimbulkan tentangan komunitas yang terorganisir. Wali Kota Jacob Frey diperkirakan akan menandatangani tindakan tersebut dalam waktu seminggu.

"Minneapolis telah menjadi kota untuk semua agama. Suara adzan "Allahu Akbar" (Tuhan Maha Besar) membawa pesan di luar keyakinan spesifik Islam," kata Imam Mohammed Dukuly dari masjid Masjid An-Nur di Minneapolis.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement