Senin 06 Mar 2023 20:30 WIB

Majelis Ulama Malaysia Larang Artis Kesampingkan Syariat demi Akting

Umat Islam tidak boleh terlibat produksi film yang bertentangan dengan keyakinan.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi Muslim Malaysia. Majelis Ulama Malaysia Larang Artis Kesampingkan Syariat demi Akting
Foto: EPA-EFE/FAZRY ISMAIL
Ilustrasi Muslim Malaysia. Majelis Ulama Malaysia Larang Artis Kesampingkan Syariat demi Akting

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Organisasi Kebangsaan Melayu Bersatu (Umno) Malaysia berpandangan umat Islam tidak boleh terlibat dalam produksi film yang bertentangan dengan keyakinan agama Islam dengan alasan apapun.

Dilansir di Sinar Daily, Senin (6/3/2023), dewan itu merujuk pada film berjudul Mentega Terbang yang beredar di media sosial karena bertentangan dengan ajaran Islam. Sekretaris Eksekutif Majelis Ulama Umno Datuk Mohd Khairuddin Aman Razali mengatakan dewan menganggap serius normalisasi pembuatan dan penerbitan film-film yang menyentuh kepekaan agama, terutama pada ajaran syariat Islam.

Baca Juga

"Demi menjamin kerukunan antarumat beragama di negeri ini, tidak sepatutnya film-film semacam itu dibiarkan menyebar dan diterbitkan melalui jalur independen, sekalipun atas nama kebebasan berekspresi atau menyuarakan pendapat," ujarnya.

Menurut dia, umat Muslim tidak boleh terlibat dalam produksi film semacam itu baik sebagai produser, penulis skenario, aktor, atau apapun yang terkait dengan alasan apapun. Terkait hal itu, Mohd Khairuddin mendukung langkah pemerintah melalui Departemen Pembangunan Islam Malaysia (Jakim) memanggil pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pembuatan film kontroversial Mentega Terbang untuk dimintai penjelasan dan tindakan lebih lanjut.

Ia mengatakan, lembaga-lembaga kuat lainnya juga perlu bertindak cepat sesuai hukum di negara ini. “Majelis Ulama menyambut baik langkah pemerintah yang segera dilakukan oleh Menteri di Departemen (Urusan Agama) Perdana Menteri, Datuk Dr Mohd Na’im Mokhtar, melalui Jakim, yang memanggil pihak-pihak terkait untuk meminta klarifikasi dan tindakan lebih lanjut," ujar dia.

Film-film yang menyentuh perasaan religius orang Malaysia, kata dia, tidak bisa dibiarkan tanpa ada tindakan yang diambil terhadap mereka. Media dinilai memberitakan sedangkan Jakim diperintahkan segera bertindak dengan mencermati seluruh isi film tersebut yang menyedot perhatian umat Islam Malaysia itu.

Mohd Na'im mengatakan, dari hasil penelitian Jakim, ia menemukan film ini jelas bertentangan dengan keyakinan dan cara hidup umat Islam di Malaysia yang menganut ajaran mazhab Syafii.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement