Ahad 05 Mar 2023 15:06 WIB

Bangun Huntara, LMI Berdayakan Masyarakat di Cianjur

Warga kampung bisa memperoleh pendapatan lagi setelah bergabung menjalankan proyek.

Hunian Sementara ini dibagun di tanah berukuran 4x5 meter
Foto: istimewa
Hunian Sementara ini dibagun di tanah berukuran 4x5 meter

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hunian Sementara (Huntara) menjadi salah satu kegiatan pemberdayaan bagi masyarakat sekitar. Kegiatan ini berhasil terlaksana di Kampung Sirnagalih, Desa Benjot, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Kamis (02/03).

Dalam pembuatan desain Huntara, LMI melakukan kerja sama dengan RNBB, mahasiswa lulusan Pendidikan Teknik Sipil, serta melakukan koordinasi bersama Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dalam pembuatan RAB (Rencana Anggaran Biaya).

Baca Juga

Pembangunan hunian seluas 4x3 meter di daerah itu dihadiri oleh Ozi Riyanto selaku Deputi Direktur LMI yang menjelaskan bahwa Huntara dibangun secara matang dalam pendiriannya. Diperkirakan hunian ini mampu bertahan lebih dari 3 tahun dan aman terhadap gempa bumi. 

“Hunian Sementara ini dibagun di tanah berukuran 4x5 meter dengan dinding kalsiboard double luar dalam dan menggunakan atap spandek. Dengan spesifikasi seperti itu, hunian sementara LMI diperkirakan mampu bertahan lebih dari 3 tahun dan aman terhadap gempa bumi. Huntara LMI ini juga didesain memiliki satu ruang tempat tidur dapur dan ruang tamu memiliki satu pintu masuk dan dua jendela”, ungkap Ozi.

 

Lebih lanjut, Ozi Riyanto menjelaskan bahwa dalam proses pembangunan ini, LMI mengajak masyarakat untuk ikut bergabung menjadi tenaga pembangunan. Warga setempat dilibatkan karena sebagian besar mereka berkerja sebagai tukang bangunan dan petani. Potensi itu membuat LMI mendapatkan mandor dan tukang professional untuk menyelesaikan proyek yang dikerjakan. 

“Mayoritas warga Kampung Sirnagalih, Kabupaten Cianjur adalah seorang petani dan tukang bangunan. Potensi itu memudahkan LMI untuk mendapatkan mandor serta tukang professional. Untuk mengerjakan satu unit Huntara diperlukan waktu 2-3 hari pengerjaan.  Dengan memberdayakan masyarakat sebagai tenaga kerja bisa membantu ekonomi masyarakat sekitar”, lanjutnya.

Huntara yang berhasil dibangun hingga saat ini ada sebanyak 10 unit dan 4 warung dari total target pembangunan sebanyak 20 unit hunian dan 4 warung. Pembangunan itu sangat dirasakan manfaatnya oleh warga setempat. Bagi Rohmat, salah satu warga yang merasakan manfaat pembangunan Huntara mengungkapkan bahwa warga kampung bisa memperoleh pendapatan lagi setelah bergabung menjalankan proyek.

“Alhamdulillah dengan dibangunnya Huntara bisa membantu beberapa warga mendapatkan penghasilan lagi. Karena pekerjaan yang tidak menentu dan tergantung musim membuat mereka nganggur beberapa waktu”, jelasnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement