Senin 13 Feb 2023 16:41 WIB

Menlu Perintahkan Dubes Iqbal Berkantor di Wilayah Gempa Turki

KBRI Ankara berkoordinasi antarinstansi untuk membantu korban gempa di Turki.

Anggota tim Emergency Medical Team (EMT) memberikan penghormatan saat pelepasan bantuan kemanusiaan sebelum keberangkatan ke Turki di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (13/2/2023). Pemerintah Indonesia kembali melepas bantuan kemanusiaan untuk Pemerintah Turki berupa dukungan tim EMT beranggotakan 122 orang yaitu gabungan dari BNPB, Kemenkes, TNI dan Polri.
Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Anggota tim Emergency Medical Team (EMT) memberikan penghormatan saat pelepasan bantuan kemanusiaan sebelum keberangkatan ke Turki di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (13/2/2023). Pemerintah Indonesia kembali melepas bantuan kemanusiaan untuk Pemerintah Turki berupa dukungan tim EMT beranggotakan 122 orang yaitu gabungan dari BNPB, Kemenkes, TNI dan Polri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memerintahkan Duta Besar RI untuk Turki Lalu Muhamad Iqbal untuk berkantor sementara di Adana, salah satu kota yang terdampak gempa bumi di Turki.

Perintah tersebut disampaikan Menlu Retno melalui saluran telepon pada Jumat (10/2/2023), dan Dubes Iqbal berkantor di Adana mulai Sabtu waktu setempat.

Baca Juga

"Ada dua tugas utama (di Adana), pertama untuk mengoordinasikan rencana kedatangan empat pesawat kemanusiaan dari pemerintah Indonesia yang akan membawa tim kemanusiaan dan bantuan logistik, kedua untuk melanjutkan upaya perlindungan bagi WNI yang masih berada di wilayah terdampak gempa, baik bantuan logistik maupun permintaan baru untuk evakuasi," kata Iqbal dalam keterangan tertulis KBRI Ankara beberapa waktu lalu.

KBRI Ankara terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Kementerian Luar Negeri untuk misi kemanusiaan di Turki.

 

Pemerintah Indonesia mengirimkan empat pesawat bantuan kemanusiaan untuk membantu Turki pascagempa.

Rombongan pertama akan tiba pada12 Februari 2023 menggunakan dua pesawat militer B-737-500 serta 1 pesawat Hercules C-130.

Kedua pesawat tersebut akan mengangkut 47 Tim Medium Urban SAR INASAR dari Badan SAR Nasional (BASARNAS) beserta perlengkapan dan bantuan logistik dari Kementerian Pertahanan.

Rombongan kedua akan tiba pada 14 Februari 2023 menggunakan pesawat Airbus A 330-300 milik Garuda Indonesia.

Rombongan kedua membawaTim Medis Gawat Darurat (Emergency Medical Team/EMT) yang dikoordinasikan oleh Kementerian Kesehatan dan terdiri dari berbagai unsur termasuk tim dari Kesehatan TNI, Polri, dan Muhammadiyah.

Selain membawa tenaga medis, rombongan kedua juga akan membawa bantuan kemanusiaan seberat 35 ton yang dikoordinasikan oleh BNPB.

Bantuan kemanusiaan seberat 35 ton itu, antara lain berupa 200 genset, rumah sakit lapangan, tenda pengungsi, selimut, dan berbagai baranglainnya yang disiapkan BNPB sesuai daftar kebutuhan yang disampaikan otoritas Turki.

Sementara itu, rombongan ketiga diperkirakan akan tiba pada 19 Februari 2023 menggunakan pesawat Airbus A 330-300 milik maskapai Garuda Indonesia dan akan mengangkut kargo bantuan logistik kemanusiaan seberat 35 ton.

"Sesuai arahan pihak Turki, Adana akan menjadi titik debarkasi seluruh penerbangan misi bantuan kemanusiaan dari pemerintah Indonesia," kata Iqbal.

Baca juga : Turki Perintahkan Penangkapan Pelaku Atas Bangunan Runtuh Akibat Gempa

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement