Sabtu 28 Jan 2023 20:14 WIB

Al-Ittihadiyah Bertekad Bangun Kekuatan Umat demi Kemajuan Bangsa

Al-Ittihadiyah turut serta memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan ba

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Erdy Nasrul
Kegiatan Ormas Al Ittihadiyah
Foto: Youtube
Kegiatan Ormas Al Ittihadiyah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ormas Islam Al-Ittihadiyah bertekad membangun kekuatan umat demi kemaslahatan masyarakat dan kemajuan bangsa. Ketua Umum DPP Al-Ittihadiyah, KH Nuruzzaman menyampaikan, ada tiga pilar utama yang menjadi landasan yaitu dakwah sosial, kaderisasi dan pendidikan, dan ekonomi.

"Dengan tiga pilar membangun kekuatan umat untuk kemaslahatan masyarakat dan kemajuan bangsa, Al-Ittihadiyah memberikan feeding kepada negara yang terkandung dalam program FEED the National. Pada ujungnya, rahmat buat semua lapisan masyarakat, sebagai perwujudan esensi dari rahmatan lil alamin," kata dia dalam agenda pelantikan dan Milad ke-88 DPP Al-Ittihadiyah di Jakarta, Sabtu (28/1/2023).

Nuruzzaman mengatakan, Al-Ittihadiyah turut serta memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan pembukaan UUD 1945. Menurutnya, Al-Ittihadiyah telah mengalami tumbuh-kembang di seluruh pelosok nusantara berlandaskan pada tiga pilar utama tersebut.

Di tengah tantangan bangsa yang makin kompleks, lanjut Nuruzzaman, perubahan eksponensial di berbagai aspek kehidupan dan gerak dinamis dunia, kepemimpinan baru Al-Ittihadiyah hadir menyesuaikan dengan tantangan zaman dan menapak ke masa depan. Pertambahan penduduk, arus urbanisasi, dan ikhtiar manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya dalam tatanan masyarakat modern, akan menimbulkan kebutuhan pangan dan energi yang semakin besar.

 

"Penduduk dunia diprediksi akan bertambah, dari saat ini sekitar 8 milyar, mencapai 9,7 milyar pada 2050. BKKBN memperkirakan jumlah penduduk Indonesia pada 2050-2060 bisa mencapai 450-480 juta, dua kali lipat dari sekarang. Dengan laju pertumbuhan 1.49 persen saat ini, setiap tahun penduduk Indonesia bertambah 4,5 juta orang, setara dengan jumlah penduduk Singapura," terangnya.

Tak hanya itu, Nuruzzaman mengungkapkan, eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam diperlukan untuk memenuhi ketahanan pangan dan energi. Keduanya, baik pangan dan energi, akan memberikan tekanan luar bisa pada lingkungan dan daya dukung bumi secara keseluruhan. Hal ini perlu diseimbangkan. Sebab di satu sisi, kebutuhan dasar untuk kemaslahatan masyarakat harus terpenuhi, tetapi di sisi lain sumber daya alam dan lingkungan bisa dilestarikan untuk pembangunan yang berkelanjutan.

"Dalam konteks inilah, Al-Ittihadiyah merumumuskan program FEED the Nation, untuk melandasi program kerja nasional menuju 100 tahun Al-Ittihadiyah pada tahun 2035. Kerangka gagasan FEED the Nation mencakup berbagai dimensi ekonomi, sosial, dan politik," katanya.

Hal tersebut mencakup program ketahanan pangan dan energi sambil mengupayakan kelestarian lingkungan. "Di atas semua itu, marwah dan harkat bangsa ini mesti dijaga dan ditingkatkan di bawah kepemimpinan nasional yang amanah, kompeten dan berintegritas," tuturnya.

Al-Ittihadiyah berdiri pada 27 Januari 1935 dan tahun ini genap berusia 88 tahun. Al-Ittihadiyah menegaskan ikhtiarnya untuk merekatkan umat dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk kemajuan bangsa.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement