Senin 06 Jun 2022 11:52 WIB

Ulama Mancanegara Minta Muslim Boikot India Terkait Penghinaan Nabi Muhammad

Beberapa toko di Oman dilaporkan telah menarik produk India.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah
Muslim berbuka puasa pada hari pertama bulan suci Ramadhan di Masjid Mekah di Hyderabad, India, Ahad 3 April 2021. Ulama Mancanegara Minta Muslim Boikot India Terkait Penghinaan Nabi Muhammad
Foto: AP/Mahesh Kumar A
Muslim berbuka puasa pada hari pertama bulan suci Ramadhan di Masjid Mekah di Hyderabad, India, Ahad 3 April 2021. Ulama Mancanegara Minta Muslim Boikot India Terkait Penghinaan Nabi Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, NOUAKCHOTT -- Ulama Afrika Syekh Muhammad al-Hassan Walid al-Didu al-Shanqiti menyerukan umat untuk menunjukkan sikap atas penghinaan pejabat India kepada Nabi Muhammad SAW dan Aisyah RA. Sikap ini jelas dikatakannya menjadi kewajiban atas penghinaan kepada Nabi dan Islam. 

"Kewajiban umat Islam terhadap orang-orang yang menghina Islam dan Nabinya yang mulia SAW, adalah memboikotnya secara politik dan ekonomi untuk mendukung Allah, Rasul-Nya dan kaum Muslimin. Tidak ada kebaikan dalam hubungan diplomatik yang tidak menjaga harkat dan martabat bangsa,"kata Syekh al-Didu di Twitter, Ahad (5/6/2022).

Baca Juga

Kepala pengembangan cendekiawan Muslim Afrika ini mengutip ayat Alquran terkait balasan Allah SWT atas orang-orang yang menghina Rasulullah. Karena itu, sebagai umat Nabi, setiap Muslim perlu mengambil sikap. 

"إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلْأَبْتَرُ (Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus), sebuah ayat abadi dari Kitab Allah yang berbicara tentang orang-orang yang berani menghina Rasulullah SWT. Jadi tidak ada gunanya kita jika kita tidak mendukungnya dan memboikot orang-orang yang menyinggungnya sampai mereka menyadari kesalahan yang mereka lakukan dan meminta maaf," tambahnya. 

Syekh Hassan al-Didu mengutip surat Al Kautsar ayat tiga yang menjelaskan tentang orang-orang yang membenci Nabi. Dalam tafsir Al-Muyassar dijelaskan, "Sesungguhnya orang yang membencimu dan membenci apa yang kamu bawa, dari hidayah dan cahaya,adalah orang yang tidak meninggalkan jejak kebaikan, terputus dari segala kebaikan." 

Dalam tafsir as-Sa'di, Syekh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di menjelaskan, “Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, yaitu orang yang tidak suka, mencela dan menghinamu, “dialah yang terputus,” yakni terputus dari semua kebaikan, terputus amal dan reputasi (nama) baiknya. Sementara Muhammad adalah sosok yang benar-benar sempurna yang memiliki kesempurnaan yang membuat manusia mengagungkan sebutannya dan banyak penolong serta pengikutnya."

Kemarahan umat Muslim itu muncul setelah juru bicara Bharatiya Janata Party (BJP) Nupur Sharma diduga membuat beberapa pernyataan yang tidak pantas terhadap Nabi Muhammad SAW. Ini terjadi selama diskusi panel di saluran TV berita India.

Mufti Besar Oman juga menyerukan boikot massal terhadap produk India di negara-negara Timur Tengah. Beberapa toko dilaporkan telah menarik produk India setelah kontroversi tersebut. Banyak pengguna kemudian mengaitkan kontroversi ini dengan Perdana Menteri Narendra Modi.

"Rencana yang kurang ajar dari juru bicara resmi untuk partai ekstremis yang berkuasa di India melawan Rasulullah SAW dan Ibu kaum beriman Aisyah RA adalah perang melawan setiap Muslim di Timur dan Barat bumi. Dan ini adalah masalah yang melibatkan semua Muslim untuk bangkit sebagai satu bangsa," tulis Mufti Besar Oman Syekh Al-Khalili di Twitter

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement