Rabu 02 Mar 2022 13:01 WIB

Hijabs and Helmets: Program Bersepeda Wanita Muslim Toronto

Kegiatan Hijabs and Helmets diluncurkan pada 2019.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Program bersepeda Hijabs and Helmets di Toronto, Kanada diluncurkan pada 2019 karena melihat kurangnya wanita yang mengenakan hijab bersepeda di kota. Hijabs and Helmets: Program Bersepeda Wanita Muslim Toronto
Foto: Daily Hive/Marvin Macaraig
Program bersepeda Hijabs and Helmets di Toronto, Kanada diluncurkan pada 2019 karena melihat kurangnya wanita yang mengenakan hijab bersepeda di kota. Hijabs and Helmets: Program Bersepeda Wanita Muslim Toronto

REPUBLIKA.CO.ID, TORONTO -- Menjadi pendatang baru di Toronto bisa menjadi pengalaman yang menakutkan. Tetapi, saat ini ada program bersepeda untuk membantu membuat segalanya lebih mudah bagi wanita Muslim.

Kegiatan Hijabs and Helmets diluncurkan pada 2019, setelah seorang programmer Access Alliance melihat kurangnya wanita yang mengenakan hijab bersepeda di kota. Sekarang, mereka membalik berupaya membalik narasi seputar stereotip pengendara sepeda di Toronto.

Baca Juga

"Kondisi ini seharusnya tidak menjadi sesuatu yang sangat langka, ini harus menjadi bagian normal dari adegan bersepeda Toronto,” kata seorang manajer di Access Alliance yang mencetuskan ide untuk Hijab dan Helm, Fei Teng, dikutip di Daily Hive, Rabu (2/3/2022).

Program ini dijalankan oleh Scarborough Cycles, yang beroperasi di bawah Access Alliance. Access Alliance merupakan pusat kesehatan dan komunitas yang menangani masalah sistemik yang dihadapi oleh pengungsi dan pendatang baru lainnya di Kanada.

 

Rencana mereka untuk menciptakan lebih banyak ruang bagi pengendara sepeda berhijab perlahan-lahan menunjukkan hasilnya. Teng mengatakan di semua program terorganisir mereka, terlepas dari Hijabs and Helmets, pengendara sepeda berhijab mulai ramai bergabung.

Tujuan dari inisiatif ini adalah membantu membangun komunitas bagi pendatang baru, mempromosikan aktivitas fisik, serta mengajak orang-orang berkeliling kota baru mereka. Di musim panas tahun ini, mereka berharap dapat menawarkan perjalanan kelompok mingguan, yang sesinya bisa diperpanjang di berbagai waktu sepanjang tahun.

Program tersebut dikatakan terbuka untuk semua tingkat keahlian. Mereka baru-baru ini menerima dana untuk membeli sepeda khusus, sehingga pendatang baru penyandang disabilitas juga dapat bergabung.

"Kami sepenuhnya siap mengajar mereka. Kami terampil dan memiliki perlengkapannya, dan kami memiliki semua sumber daya yang tersedia untuk mengajar non-pengendara untuk membuat roda mereka bergulir,” ujar promotor kesehatan dan koordinator program Scarborough Cycles, Marvin Macaraig.

Dia mengatakan beberapa orang yang telah bergabung dengan kegiatan mereka tanpa pengalaman bersepeda sebelumnya kini dapat mengendarai sepeda dengan anak-anak mereka. Bahkan, ada yang menggunakannya untuk bepergian ke tempat kerja, atau membeli bahan makanan.

Kemampuan ini disebut memberikan masyarakat kebebasan bergerak, serta kemampuan untuk menghemat biaya angkutan umum saat mencoba mempelajari kota tersebut. Kebanyakan orang yang mengikuti program ini telah berada di Kanada selama kurang dari lima tahun. Program ini tidak hanya memungkinkan orang untuk mempelajari aktivitas baru, tetapi juga membantu membangun rasa kebersamaan.

Layanan yang mereka berikan disebut tidak terbatas hanya pada bersepeda. Di luar itu, mereka juga membuat kegiatan yang berhubungan dengan jalan-jalan dan alam, serta lokakarya. “Peserta bisa mendapatkan teman baru, terhubung dengan peserta baru, serta memiliki pertemanan baru dari program ini,” ujar seorang pekerja program pemukiman di Access Alliance, Maha Mohamed.

Dan persahabatan yang terjalin dari kegiatan ini banyak yang bertahan lama. Macaraig mengatakan banyak peserta yang kembali untuk perjalanan kelompok, dimana mereka akan membawa teman atau keluarga mereka, serta memberitahu tetangga mereka untuk bergabung.

Macaraig mengatakan orang-orang yang bergabung dalam perjalanan ini berasal dari seluruh bagian kota. Program ini juga bukan disiapkan hanya untuk mereka yang baru pindah dari negara-negara Muslim. Ia menyambut siapa saja yang ingin bergabung tanpa memandang jenis kelamin atau keyakinan.

“Meski programnya bernama Hijabs and Helmets, tapi sebenarnya semua lapisan masyarakat bersepeda bersama, termasuk pengguna jilbab,” ujar Teng.

Access Alliance berharap program ini tidak dimulai dan diakhiri hanya dengan bersepeda. Teng mengatakan helm bisa diterapkan di arena skating, pekerjaan konstruksi, atau di mana saja. “Kami ingin mempromosikan keragaman dan mencoba membuat masyarakat kami semakin ramah terhadap imigran dari semua lapisan masyarakat,” katanya.

Meski komunitas bersepeda ini perlahan-lahan mulai menerima sambutan, dengan beberapa kali menerima sorakan dan tepuk tangan saat mereka beraktivitas, Mohamed berharap suatu hari mereka bisa pergi tanpa ada perhatian khusus.

"Saat grup tumbuh lebih besar, kami semakin 'terlihat'. Dan pada akhirnya tujuannya adalah tidak ada yang akan memperhatikan kami lagi, seperti hal itu hanya bagian dari kehidupan normal Anda sehari-hari," ucap dia.

https://dailyhive.com/toronto/hijabs-and-helmets-cycle-group

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement