Sabtu 26 Feb 2022 08:04 WIB

BMH Kirim Sembako ke Penduduk Pulau Setengar, Kepulauan Riau

BMH Kepri juga meluncurkan program pembangunan sumur bor dan mushala.

BMH menyalurkan sembako untuk warga  Kampung Setengar, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (25/2).
Foto: Dok BMH
BMH menyalurkan sembako untuk warga Kampung Setengar, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (25/2).

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Dinamika kebaikan tanpa batas BMH Kepri kali ini menyasar salah satu kampung mualaf di wilayah pelosok Batam.

"Sebuah daerah yang nyaris luput dari perhatian karena secara geografis sulit dijangkau. Kampung Setengar, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam yang berpenduduk sekira 15 KK atau 80 jiwa ini, masih nihil fasilitas seperti listrik, air bersih, sarana pendidikan dan fasilitas ibadah seperti mushala," terang Kepala BMH Perwakilan Kepulauan Riau, Abdul Aziz, Jumat (25/2).

Ia menambahkan, tahap pertama BMH sukses melakukan survei untuk pengadaan berbagai fasilitas secara bertahap. Juga membawa bantuan sembako berupa beras, telur, dan kebutuhan pokok lainnya.

Tampak raut wajah gembira  dari rumah-rumah sederhana penduduk menyambut kedatangan rombongan BMH.

Kegembiraan seketika memancar dari wajah saudara sesama Muslim di Kampung Setengar itu. "Kami sangat bahagia ada yang datang dan mau membangun sumur bor, karena sudah puluhan tahun kami kesulitan air bersih," tutur Mak Emin bersemangat.

Ia mengungkapkan, sela ini untuk mendapatkan air bersih, warga harus ke pulau kosong yang terletak tidak jauh dari kampung Setengar.

"Kerap kali ibu-ibu yang harus mendayung sampan.  Menurut cerita mereka,  kadang tengah malam mereka harus mencari air, jika ada kebutuhan mendesak," tutur Aziz menyampaikan kondisi warga.

photo
BMH meluncurkan program pembangunan sumur bor dan mushala untuk warga Kampung Setengar, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Jumat (25/2).   (Foto: Dok BMH)

Selain sulitnya air bersih, ketua RT setempat, Awang Ahad juga menyampaikan kebutuhan sarana ibadah berupa mushala.

"Empat tahun silam dibangun, mushala  tua ini tak lagi dapat dimanfaatkan.  Kondisinya sekarang sudah hampir runtuh," ungkapnya.

"Kami sangat membutuhkan mushala dan sarana belajar membaca Alquran untuk anak-anak. Karena selama ini mereka belum pernah mendapat bimbingan membaca Alquran.  Padahal anak-anak kami inilah yang akan meneruskan keberadaan kami di kampung ini," harap Awang Ahad.

BMH pun langsung meluncurkan  pembangunan sumur bor dan mushala yang ditargetkan selesai sebelum Ramadhan.

"Tentu dengan dukungan para donatur dan muhsinin  serta kaum Muslimin pada umumnya, insya Allah warga pulau ini akan segera mendapatkan air bersih, mushala dan Alquran," tutupnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement