Selasa 18 Jan 2022 06:15 WIB

Biksu India Dipenjara Setelah Serukan 'Genosida' Muslim

India telah mendakwa seorang biksu Hindu dengan tuntutan menghasut kekerasan agama.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko
Muslim India melakukan shalat berjamaah. (ilustrasi)
Foto:

Seruannya untuk pembantaian seperti itu disambut dengan tepuk tangan dari para hadirin. Pandey sendiri sedang diselidiki oleh polisi karena menghina keyakinan agama.

Masih dalam pertemuan tersebut, para biksu Hindu dan pendukung lainnya, termasuk Giri, mengucapkan sumpah menyerukan pembunuhan terhadap mereka yang dianggap musuh agama Hindu.

Seruan untuk kekerasan disambut dengan kemarahan publik dan menuai kritik tajam dari mantan kepala militer, pensiunan hakim dan aktivis hak asasi manusia. Banyak yang mempertanyakan diamnya pemerintah Modi, memperingatkan pidato kebencian terhadap Muslim dipredikasi akan semakin tumbuh ketika beberapa negara bagian India, termasuk Uttarakhand, menuju tempat pemungutan suara pada bulan Februari.

Pekan lalu, mahasiswa dan staf pengajar di Institut Manajemen India, salah satu sekolah bisnis paling bergengsi di India, mengirimkan surat kepada Modi. Mereka menulis, kebisuan yang ia lakukan berdampak pada meningkatnya kebencian dan mengancam persatuan dan integritas negara.

 

Partai berkuasa Modi telah menghadapi kritik keras atas meningkatnya serangan terhadap Muslim dalam beberapa tahun terakhir. Para pemimpin oposisi dan kelompok hak asasi menuduhnya mendorong kekerasan oleh nasionalis Hindu garis keras terhadap Muslim dan minoritas lainnya. Tudingan itu dibantah oleh partai.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement