REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Pusat Penelitian dan Studi Kependudukan Universitas Al-Azhar Mesir (IICPSR) dan United Nations Population Fund (UNFPA) meluncurkan kurikulum 'Pendidikan Kependudukan' dan buku panduan 'Keluarga Berencana dan Sejumlah Pendapat Fiqih Kontemporer. Hal ini mendapat dukungan dari Uni Eropa.
Acara peluncuran dilakukan di Pusat Konferensi Al-Azhar pada 27 Juni, dihadiri oleh Nazir Ayad selaku Sekjen Akademi Penelitian Islam Al-Azhar, Direktur IICPSR Gamal Sorour, bersama dengan Perwakilan UNFPA di Mesir Frederika Meijer, dan Duta Besar Uni Eropa untuk Mesir Christian Berger.
Kurikulum pendidikan kependudukan itu diperbarui oleh sekelompok ahli yang dipimpin oleh Sorour dan akan digunakan sebagai kurikulum untuk pertama kalinya. Ini akan diajarkan di lebih dari 56 fakultas yang terkait dengan sains dan agama.
Bab-babnya membahas demografi, ekonomi dan sumber daya air di dunia Islam, serta pembangunan manusia. Bab-bab lain membahas kependudukan dan kesehatan, kesehatan reproduksi, dan keluarga berencana, serta perspektif agama tentang masalah kependudukan termasuk kekerasan terhadap perempuan dan praktik-praktik berbahaya.