Jumat 08 Jan 2021 05:15 WIB

Seruan Bongkar Supremasi Kulit Putih Usai Muslimah Diserang

Tiga serangan bermotif kebencian dalam 8 hari terjadi bulan lalu di Kanada.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah
Seruan Bongkar Supremasi Kulit Putih Usai Muslimah Diserang. Ilustrasi
Foto: Alarabiya.net
Seruan Bongkar Supremasi Kulit Putih Usai Muslimah Diserang. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, ALBERTA -- Keluarga dua wanita Muslim kulit hitam Kanada yang diserang dalam serangan bermotif kebencian pada bulan lalu akhirnya berbicara di depan umum untuk pertama kalinya pada Rabu (6/1). Mereka berbicara di tengah seruan bagi para pemimpin politik untuk mengambil tindakan lebih kuat dalam membongkar kelompok supremasi kulit putih.

Pada konferensi pers virtual, seorang anggota keluarga korban mengatakan serangan itu telah membuat mereka trauma. "Wanita terkuat yang saya kenal telah dihina secara tidak manusiawi karena menjadi wanita Muslim kulit hitam. Mereka menghancurkan ilusi keselamatan kami dan membuat kami merasa seperti orang asing di satu-satunya tempat yang pernah kami kenal,” kata seorang anggota keluarga.

Baca Juga

Mereka berbicara tanpa menyebut nama karena takut akan ada pembalasan. CBC News telah setuju untuk melindungi identitas anggota keluarga.

Wanita itu mengatakan ibu dan saudara perempuannya pergi ke mal Southgate pada 8 Desember untuk mengambil membeli persediaan rumah sebelum perintah kesehatan terkait Covid-19 baru mulai berlaku di Alberta. Polisi mengatakan kedua wanita itu sedang duduk di dalam mobil di tempat parkir ketika seorang pria mulai meneriakkan kata-kata kotor rasial.

Saksi mata mengatakan kepada polisi, pria itu meninju jendela sisi penumpang dan memecahkan kaca. Karena ketakutan, korban lari dari kendaraan.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement